Angka kemiskinan berhasil menyentuh level terendah sepanjang sejarah, yakni 7,34 persen, ekonomi tumbuh 4,43 persen, produk domestik regional bruto (PDRB) pun melesat.
Bahkan, jika dihitung dalam kurun tiga tahun, yakni sejak 2021 sampai 2023, tak kurang dari 105 penghargaan diterima Pemkab Banyuwangi.
Berbagai capaian positif tersebut tak lepas dari peran serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini hidup rukun di Bumi Blambangan.
Gambaran harmoni lintas elemen masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, tersebut salah satunya tergambar pada Festival Pecinan yag digelar sejak Jumat (23/2) sampai hari ini (25/2).
Festival yang menyuguhkan beragam atraksi seni hingga aneka kuliner khas Tionghoa, ini digelar di kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Kecamatan Banyuwangi.
“Festival Pecinan menjadi salah satu event penting dalam Banyuwangi Festival. Menunjukkan bagaimana keguyuban dan keramahan semua etnis yang ada di Banyuwangi,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani Jumat (23/2).
Pengunjung festival tersebut bisa mencicipi aneka kuliner khas Negeri Tirai Bambu, seperti nasi ayam hainan, bebek dan ayam peking, dimsum, kwetiau, dan masih banyak lainnya.
Ada juga aneka jajanan seperti bakpao, kue keranjang, bakcang, burger Shanghai, dan sebagainya. Semua makanan tersebut sudah bersertifikasi halal.
Sembari menikmati penganan favorit mereka, pengunjung bisa bersantai menikmati atraksi seni yang kental nuansa imlek. Ada tari barongsai, seni bela diri wushu, dan lainnya.
Seluruh penganan yang disajikan dalam festival ini sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Kementerian Agama (Kemenag).
Selain itu, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat juga terus mendapatkan pendampingan dari asosiasi chef Banyuwangi.
Festival ini setiap harinya akan dimulai pukul 16.00-22.00.
Selain itu, Di festival ini para pencinta barang antik juga akan dimanjakan dengan pameran dan bazar barang antik yang mayoritas berasal dari peninggalan Tiongkok. (sgt)
Editor : Niklaas Andries