Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Panas, Produksi Ulat Jerman di Desa Yosomulyo Banyuwangi Turun

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 23 Februari 2024 | 16:31 WIB

AGAK TURUN: Peternak menunjukkan ulat jerman yang dikembangkan di Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Kamis (22/2).
AGAK TURUN: Peternak menunjukkan ulat jerman yang dikembangkan di Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Kamis (22/2).
Radarbanyuwangi.id – Cuaca panas menyengat tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian saja.

Namun, juga membuat hasil ternak ulat Jerman di Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran hasil produksinya ikut turun.

Turunnya hasil panen ulat jerman yang umum dicari sebagai pakan ternak itu, dikeluhkan Suprihatin, 50, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo.

 “Cuaca panas mengurangi jumlah telur kumbangnya,” ujarnya Kamis (22/2).

Pada kondisi normal, Suprihatin menyebut jumlah telur yang dihasilkan oleh kumbang indukan bisa menghasilkan sekitar 70 kilogram sekali panen.

“Saat ini yang cuacanya panas rata-rata hanya 65 kilogram,” terangnya.

Meskipun hasil panen menurun, peternak yang sudah membudidayakan ulat Jerman lebih dari lima tahun itu menyebut harga di pengepul masih tetap sama.

“Harganya sekitar Rp 25 ribu per kilogram,” katanya.

Beternak ulat jerman, kata Suprihatin, itu tidak terlalu sulit. Hanya perlu modal ketelatenan dalam merawatnya.

 “Hanya perlu wadah kotak kayu berukuran 30 kali 45 sentimeter dan tinggi 10 sentimeter untuk meletakkan sekitar 100 ulat,” ujarnya.

Untuk pakan, ulat Jerman, jelas dia, hanya perlu diberi polar yang berasal dari dedak padi.

“Di Banyuwangi carinya masih gampang. Harganya juga murah, hanya Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan kebutuhan pakan kurang lebih 200 gram per seratus ekor,” terangnya.

Selain ketelatenan, beternak ulat Jerman juga memerlukan kesabaran karena butuh waktu cukup lama untuk menunggu dari telur hingga bisa dipanen.

 “Kalau untuk awalan butuh waktu sekitar tiga bulan sebelum bisa dipanen. Tapi Setelah itu, bisa panen setiap dua minggu sekali,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Niklaas Andries
#hasil panen #modal #ekor #dusun #Cuaca Panas #murah #polar #Pakan #kecamatan #Ketelatenan #ulat jerman #Minggu #desa #ternak #telur #banyuwangi #dedak padi #pertanian #sulit #harga