Kenaikan harga membuat stok dipasaran menumpuk tetapi pembeli sepi. Tentu saja kondisi harus mulai disikapi masyarakat dengan mulai mencari makanan alternatif pengganti nasi. Indonesia punya potensi yang besar untuk soal pangan lokalnya.
Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman. Sedianya ada beberapa bahan pangan yang bisa digunakan sebagai subtitusi alias pengganti nasi.
Beberapa makanan pengganti nasi yang bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat untuk pilih diantaranya
- Jagung
Jagung sedianya bukanlah makanan asing. Nasi jagung bahkan sudah menjadi penganan sehari-hari pengganti nasi yang dikonsumsi secara turun-menurun. Dalam 100 gram biji jagung terdapat 86 kalori dan berbagai jenis vitamin B, seperti B1, B3, B5, dan B9 atau folat.
Bahkan, kandungan vitamin B dalam jagung sudah memenuhi 10-19 persen nilai harian yang harus dikonsumsi. Selain itu, makanan pengganti nasi ini juga mengandung serat, magnesium, fosfor, dan vitamin C yang tentunya penting untuk tubuh. Serat pada jagung dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengatasi susah buang air besar.
- Kentang
Meski kentang dan nasi sama-sama termasuk makanan kaya karbohidrat, tapi kentang memiliki lebih banyak nutrisi penting, seperti vitamin B6, vitamin C, kalium, protein, omega-3, omega-6, dan zat besi. Kentang merupakan sumber serat yang baik. Selain itu, kentang juga membuat kenyang dan dapat menghilangkan nafsu makan yang terjadi setelah makan, dan tentunya akan berkontribusi untuk mengontrol berat badan.
- Singkong
Singkong merupakan salah satu jenis makanan yang mudah ditemukan Keberadaannya dapat menjadi pilihan makanan pengganti nasi. Singkong dipercaya dapat mengobati dehidrasi, kelelahan, sepsis (infeksi darah), dan untuk menginduksi persalinan. Sayangnya, hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.Kandungan gizi pada singkong mirip dengan kentang.
Namun, singkong mengandung zat kimia glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dalam tubuh. Oleh karena itu, singkong harus dibersihkan dengan benar sebelum dimakan untuk mencegah keracunan sianida.
- Ubi
Ubi merupakan salah satu primadona masakan Indonesia. Dapat diolah dengan cara digoreng, direbus, dikukus, atau dicampur dengan bahan makanan lain. Ubi jalar termasuk dalam makanan yang kaya akan beta-karoten, selain itu juga mengandung vitamin A, B6, C, kalium, dan serat yang tinggi. Karena memiliki kandungan mangan dan kalium yang tinggi, ubi bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, serta kesehatan jantung, pertumbuhan dan metabolisme.
- Sorgum
Dari segi kandungan kalori, sorgum tidak kalah tinggi dibandingkan beras. Dan digadang bisa jadi bahan pangan untuk cegah krisis. Sorgum sebagai bahan substitusi gandum, dimana gandum hingga saat ini masih menggantungkan pada impor. Kini sorgum sudah sukses dibudidayakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
- Sagu
Sagu banyak mengandung karbohidrat. Wajar bila sagu disebut sebagai pengganti nasi. Bahkan, kandungan nutrisi dalam sagu sama amannya dengan bahan makanan beras merah, ubi jalar dan gandum. Hal itu disebabkan sagu tidak mengandung kadar gula yang berbahaya bagi tubuh. Sayangnya, bahan ini kurang populer dikonsumsi mereka yang tinggal di perkotaan dan banyak yang belum familier dengan tekstur dan rasanya. (*)
Editor : Niklaas Andries