Stabilisasi Pasokan dan harga Beras (SPHP) juga terus disalurkan di beberapa pasar untuk mengintervensi harga beras.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Harisun mengatakan sudah ada sekitar 1100 Ton beras yang disalurkan Bulog sejak awal tahun 2024.
Hal itu dilakukan Bulog bersama program operasi pasar dan pembagian pahan pangan . “Sebenarnya program terus kita lakukan, tapi kita tidak bisa mengintervensi harga beras,” kata Harisun.
Tingginya harga beras di pasaran sendiri menurutnya berkaitan dengan supply and demand beras yang tidak seimbang.
Di saat kebutuhan akan beras terus naik, jumlah produksi beras menurutnya justru menurun.
Secara otomatis, hal itu pun mengerek harga beras hingga terus mengalami kenaikan.
Pemerintah pun menurutnya tidak tinggal diam untuk melakukan intervensi terhadap harga beras.
Setiap hari program operasi pasar dilakukan berpindah-pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainya.
“Besok (hari ini) beras impor juga mulai tiba, kita harap nanti bisa segera dialokasikan untuk beras SPHP pada bulan Februari,” tegasnya.(fre)
Editor : Niklaas Andries