Pantuan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sejumlah sentra kebutuhan pokok di kota gandrung. Komoditas beras masih terus mengalami fluktuasi harga.
Harga beras medium dan premium non Bulog masih terus mengalami kenaikan sejak awal tahun 2024.
Salah satunya disampikan Hasan, pedagang grosir sembako di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi.
Sejak awal tahun lalu setidaknya harga beras baik premium maupun medium naik di atas Rp 1000 per kilogramnya.
Untuk beras medium misalnya, di awal Januari lalu harganya masih ada di angka Rp 13.400 perkilogramnya.
Sedangkan harga terbarunya saat ini berada diangka Rp.14.700 perkilogram. Kemudian untuk beras premium sekarang harganya Rp.15.700 perkilogram. Naik Rp.1200 dari awal tahun lalu yang masih berada diangka, Rp.14.500 perkilogram.
"Penyebabnya karena pupuk langka, jadi petani tidak ada yang tanam. Harga gabah juga jadi tinggi sehingga ikut menaikkan harga beras,"kata Hasan.
Jika petani baru mulai melakukan tanam pada bulan Februari ini, Hasan mengatakan kemungkinan kenaikan harga beras akan terjadi hingga 4 bulan ke depan.
Namun, meski harga beras naik, Hasan mengatakan masyarakat mau tidak mau tetap membeli beras. Hanya saja jumlah beras yang dibeli tak sebanyak biasanya.
"Yang dulunya beli 10 kilo sekarang jadi beli 5 kilo. Yang sebelumnya beli 5 kilo, sekarang ngecer,"jelasnya.
Selain beras, Hasan mengatakan kenaikan juga ternjadi pada harga minyak goreng dan gula pasir.
Saat ini harga minyak goreng berada di angka Rp. 15.000 perkilogram.
Sedangkan gula pasir di angka Rp.15.700 perkilogram.
"Operasi pasar sebenarnya berperngaruh, tapi tidak banyak. Masyarakat tetap banyak yang memilih beras non bulog karena masalah rasa. Efeknya mungkin 10 sampai 15 persen dari kebutuhan warga,” tegasnya.(fre)
Editor : Niklaas Andries