RadarBanyuwangi.id – Festival Gandrung Sewu 2023 sukses digelar Sabtu lalu (17/9) di Pantai Boom Banyuwangi.
Ribuan pengunjung dari berbagai pelosok Banyuwangi menyaksikan event yang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) tersebut.
Event tersebut memberikan multiplier effect kepada pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).
Transaksi ekonomi selama pergelaran Gandrung Sewu mencapai Rp 4,6 miliar. Rangkaian acara tersebut digelar selama tiga hari, mulai Kamis (14/9) hingga Sabtu (16/9).
Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyebutkan, sekitar 15.000 pengunjung dari berbagai kota menyaksikan event spektakuler tersebut.
Selain itu, transaksi belanja pengunjung di stan UMKM Gandrung Sewu tembus Rp 375 juta.
Kepala Disbudpar Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda melalui Bidang Pemasaran Ainur Rofiq menjelaskan, tidak hanya transaksi belanja yang nilainya fantastis.
Perputaran uang parkir kendaraan roda dua dan empat mencapai Rp 16 juta. Sedangkan tiket masuk menuju Pantai Boom menembus angka Rp 125 juta.
”Dalam event yang menyerap banyak tamu, baik dari nasional maupun internasional tersebut sektor perhotelan sangat berperan penting.
Di mana 12 hotel bintang tiga dan empat mencetak transaksi mencapai Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk hunian kelas melati dan homestay pemasukan hingga Rp 150 juta,” ungkapnya.
Selain sektor pariwiaata, kuliner Banyuwangi serta para pemilik bisnis restoran juga meraup laba cukup tinggi. Transaksi di sektor kuliner mencapai Rp 400 juta.
Sedangkan untuk pasar belanja dan oleh-oleh omzetnya Rp 200 juta. Belum lagi jasa rental kendaraan senilai Rp 300 juta.
”Pada event Gandrung Sewu kali ini banyak sekali kejutan yang kami hadirkan. Mulai dari acara yang berlangsung selama tiga hari hingga kolaborasi pertunjukan pesawat TNI AU yang memukau. Kejutan-kejutan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” papar Rofiq.
Industri kreatif juga ketiban berkah dari pergelaran Gandrung Sewu. Pemilik sanggar seni, persewaan baju gandrung, properti, workshop, dan dokumentasi ikut mendapatkan keuntungan melimpah dengan nominal Rp 600 juta.
”Selain itu, biaya persiapan peserta Gandrung Sewu dengan jumlah 1.300 penari menghasilkan transaksi ekonomi senilai Rp 750 juta,’’ ujar Rofiq.
Rofiq menambahkan, gelaran Gandrung Sewu memiliki tahap seleksi dan latihan yang cukup panjang dengan durasi 3 bulan.
Tahapan-tahapan tersebut berdampak positif terhadap perputaran ekonomi di Bumi Blambanga.
Transaksi belanja pengunjung di seluruh stan UMKM pada saat seleksi tercatat sebanyak Rp 75 juta. Untuk sesi latihan mencapai angka Rp 135 juta.
Jika ditotal, transaksi ekonomi pada Festival Gandrung Sewu tahun ini mencapai Rp 4,662 miliar. Tiap tahunnya Disbudpar selalu melibatkan pelaku usaha, baik pariwisata maupun UMKM.
”Pergelaran Gandrung Sewu menjadi simbiosis mutualisme antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha agar berkesinambungan,” tandas Rofiq. (tar/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin