BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Bus Trans Jatim Koridor II dengan rute Surabaya-Mojokerto resmi beroperasi pada Minggu (20/8) di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.
Ketua Komisi D DPRD Jatim Provinsi Fraksi Demokrat dokter Agung Mulyono menjelaskan, dibukanya Bus Trans Jatim Koridor II ini untuk menggantikan bus mini hijau (Surabaya – Mojokerto) yang sudah tidak representatif.
Dimana usia bus hijau sudah di atas 25 tahun sehingga perlu dilakukan peremajaan kendaraan untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Bendahara DPD Jatim Partai Demokrat ini berharap tujuan utama penambahan koridor adalah memperbaiki wajah transportasi di Jatim.
Selain itu, pihaknya berharap masyarakat beralih ke kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.
Maka, kata dokter alumni Unair ini, Bus Transj Jatim ini untuk mewujudkan sarana transportasi yang aman, nyaman terjangkau.
Dokter kelahiran Tegaldlimo ini menambahkan, Bus Trans Jatim tidak bisa berhenti di sembarang tempat, hanya di halte.
Sehingga penumpang tidak bisa naik dan turun di sembarang tempat.
"Saya berharap Bus Trans Jatim ini dapat turut menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Jatim. Dan diharapkan mampu membantu mobilitas dan mengurangi angka kemacetan,” ujar anggota DPRD Jatim dua periode ini.
Komisi D DPRD Jatim akan terus melakukan pengawasan, agar kinerja Trans Jatim maksimal dan masyarakat bisa merasa nyaman.
Hal itu dirasa sangat penting, karena jika pelayanan yang diberikan maksimal, maka masyarakat akan terus menggunakan armada tersebut.
“Kita akan rapat berkala untuk melakukan monev dan evaluasi, bagus lanjut dan tidak bagus tidak lanjut,” tambah anggota DPRD Jatim dari Dapil Situbondo-Banyuwangi-Bondowoso itu.
Dari pantauan, acara peresmian Bus Trans Jatim pada Minggu (20/8), dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Bupati Sidoarjo yang di wakili oleh Sekda Kabupaten Sidoarjo.
Pemprov Jatim menyiapkan 22 armada Bus Trans Jatim Koridor II. Angkutan umum baru ini bakal melalui rute Terminal Kertajaya, Jalan Bypass Mojokerto, Balongbendo, Pasar Krian, Trosobo, Sepanjang, Medaeng dan Terminal Bungurasih.
Ketika beroperasi nanti, Bus Trans Jatim akan melayani penumpang pukul 05.00-21.00 WIB.
Jeda antar bus yang melintas di trayek tersebut 15 menit pada jam sibuk di pagi hari dan 30 menit pada siang hari.
Sementara itu, Kepala Dishub JatimNyono berharap, agar dioperasikannya Trans Jatim bisa membantu ongkos transportasi bagi masyarakat yang melewati koridor tersebut.
“Diharapkan akan memberikan keringanan atas transport masyarakat Jawa Timur terutama di koridor yang dilewati.
Jadi masyarakat yang biasanya naik sepeda motor cukup menitipkan sepeda bayar Rp 5 ribu dan tidur di bus,” katanya.
Nyono optimis bahwa keberadaan Bus Trans Jatim koridor II akan membantu membangkitkan ekonomi di wilayah Mojokerto. Kemacetan lalu-lintas pun bisa berkurang, karena kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut bisa ditekan.
“Keberadaan Trans Jatim nanti juga akan menumbuhkan kebangkitan ekonomi baru dan terminal ini jadi ramai, halte halte akan penuh dengan penitipan sepeda motor.
Dan secara tidak langsung kendaraan pribadi juga bisa ditekan,” tambahnya. (*)
Editor : Syaifuddin Mahmud