RadarBanyuwangi.id – Ajang pameran ternak bertajuk “Banyuwangi Livestock Contest 2023” telah berakhir pekan lalu. Namun, berbagai upaya untuk mengembangkan sub sektor peternakan terus dilakukan Dinas Pertanian dan pangan (Dispertan) Banyuwangi.
Salah satunya dengan mengajukan sapi rambon sebagai sumber daya genetik (SDG) hewan asli Banyuwangi. Dengan demikian, sapi rambon yang memiliki sejumlah keunggulan diharapkan menjadi salah satu ikon kabupaten the Sunrise of Java.
Pengajuan sapi rambon sebagai SDG hewan Banyuwangi telah dirintis sejak 2012 lalu. Proses pengajuan membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Juga diperlukan pembuktian yang menguatkan sapi tersebut otentik milik Banyuwangi. Salah satu proses paling utama yang harus dilalui adalah pengecekan genetika.
Perkembangan terbaru, pengajuan sapi rambon sebagai SDG hewan Banyuwangi menunggu tahap lanjutan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Sekadar diketahui, sapi rambon adalah ternak hasil persilangan dari beberapa jenis sapi. Sedangkan moyang dari sapi rambon diindikasi merupakan jenis indukan dari Banteng Jawa.
Dilihat secara tampilan, sapi Rambon yang ada di wilayah Banyuwangi sekilas memang memiliki kemiripan dengan sapi asal Pulau Bali. Namun bila dicermati lebih detail, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Seperti, pada ciri fisik dan perpaduan warna bulu.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispertan Banyuwangi drh. Nanang Sugiharto mengatakan, saat ini populasi sapi rambom di Banyuwangi hampir mencapai 600 ekor. Hewan ternak tersebut lebih banyak ditemui di beberapa wilayah tempat tinggal masyarakat asli Suku Oseng.
Seperti di wilayah Kecamatan Glagah, Kecamatan Giri, Kecamatan Licin, Kecamatan Rogojampi, dan Kecamatan Singojuruh. “Sapi Rambon adalah tipikal sapi pekerja, sehingga sejak dulu masyarakat Banyuwangi lebih banyak menggunakannya untuk aktivitas membajak sawah karena memiliki ciri yang cukup kuat,” ujarnya.
Meski tergolong sebagai sapi pekerja, sapi Rambon juga mampu menghasilkan daging yang cukup berkualitas. Tak heran, menjelang momen Idul Adha sapi rambon menjadi salah satu sapi yang paling banyak diminati dan dicari untuk kurban.
Nanang berharap, para peternak terus mengembangbiakkan sapi rambon dengan baik. “Sehingga harapannya di kemudian hari bisa menjadi ikonik Banyuwangi,” pungkasnya. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin