Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Permintaan Meningkat, Elpiji Melon Langka di Pasaran

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 8 Juni 2023 | 20:32 WIB
MASIH BERSEGEL: Pekerja menurunkan elpiji kemasan tabung 3 kilogram di salah satu warung di Banyuwangi, Selasa (6/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MASIH BERSEGEL: Pekerja menurunkan elpiji kemasan tabung 3 kilogram di salah satu warung di Banyuwangi, Selasa (6/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Stok gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram (kg) mulai langka di sejumlah kios di Kota Banyuwangi sekitar dua pekan terakhir. Bukan hanya di kios, hal serupa juga terjadi di tingkat pangkalan.

Kondisi itu menyebabkan warga kesulitan mencari elpiji bersubsidi tersebut. Mereka harus mencari stok elpiji tabung ”melon” di kios atau pangkalan lain yang berjarak cukup jauh dari kediaman mereka.

Seperti diutarakan salah satu warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Sabar. Dia mengaku sejumlah kios yang menjajakan gas elpiji di sekitar tempat tingalnya kehabisan stok. ”Di warung dan di pangkalan habis. Ini saya dapat satu di minimarket,” ujarnya kemarin (6/6).

Kadir, salah satu agen elpiji di wilayah Kota Banyuwangi, tidak menampik kondisi minimnya stok gas elpiji tersebut. Dia mengatakan, berkurangnya stok elpiji di sub-pangkalan atau pangkalan dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya peningkatan permintaan masyarakat sejak Idul Fitri lalu. ”Sebelum Lebaran stok memang melimpah, sampai empat bulan lamanya. Tapi setelah Lebaran konsumsi meningkat,” kata Kadir.

Selain itu, ada pemberlakuan kebijakan baru sehingga agen-agen tidak mendapatkan kiriman elpiji di tanggal merah. Hal itu membuat seolah-olah stok elpiji di lapangan habis. ”Kalau kuota tetap, tidak ada perubahan. Tapi memang konsumsi naik, dan ada pembatasan hari pengiriman,” jelasnya.

Pria yang juga mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) itu menambahkan, sejak bulan lalu sudah ada beberapa agen yang menerapkan uji coba pembelian elpiji bersubsidi dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Meski baru uji coba, secara langsung kondisi itu membuat pembelian elpiji bersubsidi tak semudah biasanya.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Banyuwangi Denny Nugrahanto menambahkan, untuk stok maupun distribusi gas elpiji, baik subsidi maupun nonsubsidi masih sama dengan kuota tahun 2022 lalu. Menurut dia, kelangkaan gas yang terjadi di beberapa penjual atau agen disebabkan tingginya konsumsi pasca-Lebaran.

Dari pemantauan yang dilakukan Pertamina, konsumsi rumah tangga naik cukup pesat setelah Idul Fitri. Padahal, sebelum Lebaran banyak stok gas elpiji tabung 3 kilogram yang tidak terpakai. ”Yang paling tinggi konsumsinya rumah tangga, selain itu usaha mikro yang memang masih diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi juga kami lihat terus tumbuh pasca pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Lebaran,” kata Denny.

Di samping tingginya konsumsi dari rumah tangga, Denny juga mengantisipasi adanya pihak yang seharusnya bukan sasaran elpiji subsidi, namun menggunakan elpiji tabung melon tersebut. Dia mengaku pihaknya kini tengah mencari potensi tersebut untuk memastikan kuota elpiji subsidi tetap sesuai sasaran. ”Kami juga berencana berkomunikasi dengan Pemkab Banyuwangi untuk mengantisipasi penggunaan elpiji bersubsidi di hotel. Ada potensi juga terjadi pengoplosan,” imbuhnya.

Jika konsumsi elpiji bersubsidi terus naik, imbuh Denny, ada potensi kuota ke depannya akan ditambah. Namun untuk sementara, pihaknya masih akan memaksimalkan kuota yang ada serta memastikan gas elpiji tabung 3 kg tersebut tepat sasaran.

Berkaitan syarat pembelian elpiji melon harus menunjukkan KTP, Denny mengatakan hal itu kemungkinan akan mulai diterapkan bulan depan. ”Setelah itu kami bisa menata kembali. Memastikan kuota sesuai dengan sasaran dan kebutuhan atau tidak,” pungkasnya. (fre/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#elpiji #lpg #Gas Langka #Gas Melon