Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lebaran Kali Ini, Penjual Baju Pasar Ngaplo

Gerda Sukarno Prayudha • Rabu, 26 April 2023 | 15:31 WIB
BELUM LAKU: Beragam jenis pakaian anak hingga dewasa masih menggantung di lapak-lapak pedagang Pasar Banyuwangi kemarin (24/4). (Ayu Lestari/RadarBanyuwangi.id)
BELUM LAKU: Beragam jenis pakaian anak hingga dewasa masih menggantung di lapak-lapak pedagang Pasar Banyuwangi kemarin (24/4). (Ayu Lestari/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Momentum Idul Fitri biasanya diiringi peningkatan omzet pedagang sandang di Pasar Banyuwangi secara signifikan. Namun, hal itu tidak berlaku pada Lebaran tahun ini. Sejumlah penjual baju di pasar tradisional terbesar di kawasan pusat Kota Banyuwangi itu mengaku mengalami penurunan omzet selama Ramadan hingga Lebaran 2023.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nawari membenarkan terjadinya penurunan omzet pedagang sandang di Pasar Banyuwangi. Menurut dia, penurunan minat masyarakat untuk berbelanja pakaian di pasar tidak hanya terjadi di hari normal, tetapi berlanjut hingga menjelang Idul Fitri.

Nawari mengaku, hingga saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menarik minat pembeli. Salah satunya dengan melakukan perbaikan atau renovasi di lingkungan pasar secara bertahap. ”Selain untuk menarik minat pembeli, perbaikan pasar juga bertujuan agar pedagang meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen,” ujarnya.

Salah satu penjual baju dan sepatu di Pasar Banyuwangi Mansuri mengatakan, jumlah pembeli tidak mengalami peningkatan sejak Ramadan memasuki hari ke-20. ”Padahal biasanya, memasuki hari ke-20 Ramadan sudah banyak pembeli yang menyerbu kios baju di Pasar Banyuwangi. Namun, tahun ini pembeli bisa dihitung jari,” ujarnya.

Mansuri mengaku, tren penurunan minat dan daya beli masyarakat untuk membeli baju di pasar tradisional telah terjadi sejak dua tahun belakangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya keberadaan mal atau toko-toko baju yang lebih modern. Banyaknya marketplace maupun pedagang online juga turut berimbas pada omzet pedagang pasar tradisional.

”Dengan adanya kecanggihan teknologi, sekarang setiap orang tinggal klik bisa pesan baju atau sepatu sudah datang hingga depan pintu rumah. Cukup memudahkan, tapi sedikit merugikan kami yang ada di pasar tradisional,” jelasnya.

Menurut pria yang sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Banyuwangi itu, saat ini rata-rata pengunjung yang menjadi konsumen terbanyak di Pasar Banyuwangi masuk usia 40 tahun ke atas. Sedangkan kalangan remaja sangat jarang membeli kebutuhan fashion di pasar tradisional.

”Kalau ngomong masalah pendapatan atau omzet sudah jauh dibanding beberapa tahun lalu. Saat ini selera konsumen bukan lagi baju yang dibeli dari pedagang pasar, tetapi dari online shop atau toko besar yang ada di sekitar Banyuwangi,” tandas Mansuri. (tar/sgt/c1)



 

  Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#thr #baju #lebaran #idul fitri #pasar