Salah satu pedagang kue di Pasar Jajag, Nur Hayati, 43, mengatakan pembeli kue Lebaran di lapaknya sudah mulai meningkat. “Alhamdulillah, mulai ramai pembeli,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Nur Hayati mengaku sudah mulai menggelar lapaknya seminggu sebelum Lebaran. Di lapak tersebut, terdapat berbagai macam kue kering yang dijual. “Untuk harga bervariasi, mulai Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogramnya,” terangnya.
Kue-kue kering yang dijual, jelas dia, dimasukkan dalam kemasan seberat satu kilogram. Pembeli, lanjut dia, biasanya mulai ramai dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Besok (hari ini) biasanya mulai banyak yang beli,” ujar warga asli Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran itu.
Penjualan kue kering Lebaran itu, kata dia, dilakukan hanya saat menjelang hari raya saja. Sehari-harinya, nenek yang sudah punya dua cucu itu jualan buah-buahan. “Karena saat Lebaran banyak yang cari, saya akhirnya jual kue kering,” imbuhnya seraya menyebut kue Lebaran dibeli dari perajin kue.
Nur yang sudah menggeluti pekerjaan sebagai pedagang sejak tahun 1992 itu mengaku, sudah cukup banyak jajanan Lebaran yang terjual. “Sudah terjual Rp 500 ribu lebih sejak hari pertama jual kue,” katanya.
Rezeki para penjual kue Lebaran juga dirasakan Rizky Nuraini, 38, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Seminggu sebelum hari raya, sudah mulai banyak pesanan,” ujarnya.
Rizky juga tidak membuat sendiri kue Lebaran yang dijual, tapi dari salah satu kenalannya. “Sudah terjual lebih dari 20 toples. Saya tawarkan lewat WAG (WhatsApp Group) dan tetangga, harganya mulai Rp 30 ribu per toples, tergantung kuenya,” pungkasnya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi