Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wow! Transaksi Pasar Takjil Tembus Tiga Digit

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 10 April 2023 | 18:38 WIB
PERPUTARAN EKONOMI: Pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli di pasar takjil jalan letjen Sutoyo Banyuwangi. (Dini Untuk RadarBanyuwangi.id)
PERPUTARAN EKONOMI: Pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli di pasar takjil jalan letjen Sutoyo Banyuwangi. (Dini Untuk RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kebijakan Bupati Ipuk Fiestiandani yang menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa memfasilitasi dan mendukung pasar takjil menuai hasil positif. Setidaknya itu terbukti dari keberadaan pasar takjil yang dikemas dalam balutan “Banyuwangi Street Food Festival” di sejumlah titik di Kota Banyuwangi. Para pedagang mampu meraih omzet hingga Rp 1 juta per hari.

Salah satu tujuan Bupati Ipuk menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi dan mendukung pasar takjil adalah untuk menggeliatkan perekonomian masyarakay arus bawah. Termasuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner.

Bahkan bukan hanya pelaku UMKM kuliner, tidak sedikit warga yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, ikut mengais rezeki untuk membantu perekonomian keluarga dengan cara berjualan di pasar takjil.

Salah satu pedagang pasar takjil di jalan letjen Sutoyo, yakni Insiyah mengatakan, dirinya berjualan di pasar takjil setiap tahun saban Ramadan. Menu makanan maupun harga yang ditawarkan pun beragam, Rp 5 ribu per bungkus hingga Rp 22 ribu per bungkus.

Dia mengaku ketika pasar takjil ramai, dalam sehari dia bisa mengantongi uang hingga lebih dari Rp 1 juta. Saat awal dan akhir Ramadan, nilainya bahkan bisa lebih dari itu. “Biasanya paling ramai saat awal dan akhir bulan puasa. Kalau pertengahan biasanya melandai,” ujarnya.

Dengan larisnya dagangan di pasar takjil, para pedagang merasa senang. Uang hasil berdagang bisa mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran mendatang.

Pemkab Banyuwangi mencatat transaksi di tiap pasar takjil mencapai puluhan juta rupiah per hari. Transaksi terbesar berada di tiga pasar takjil utama di pusat kota Banyuwangi. Tepatnya di pasar takjil di ruas Jalan Letjen Sutoyo, Taman Blambangan, dan Terminal Parwisata Terpadu. “Pasar takjil di tiga lokasi ini cukup ampuh mendorong perputaran ekonomi dengan transaksi mencapai Rp 40 juta lebih per hari,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda kemarin (9/4).

Itu artinya hingga hari ke-14 Ramadan, transaksi di tiga pasar takjil itu telah mencapai lebih dari Rp 500 juta. Jumlah itu belum termasuk transaksi di puluhan pasar takjil lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan di Banyuwangi.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa upaya pemkab dalam mengemas pasar takjil dengan bingkai

“Festival Street Food” membuahkan hasil yang positif. Dengan mengemas pasar takjil menjadi salah satu festival unggulan dalam kalender pariwisata “Banyuwangi Festival (B-Fest)”, pemkab ingin ekonomi masyarakat arus bawah bergeliat selama Ramadan. “Saat kami buka pada awal Ramadan lalu, kami memang menginginkan agar pasar takjil menjadi momentum menggeliatkan perekonomian,” tambah dia.

Pemkab mewadahi para pedagang UMKM untuk berjualan di pasar takjil selama Ramadan. Pemkab juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan keberadaan pasar takjil untuk memenuhi menu berbuka puasa. (sgt) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#pasar takjil #Festival Takjil #banyuwangi #Ngabuburit #b-fest