Salah satu tujuan Bupati Ipuk menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi dan mendukung pasar takjil adalah untuk menggeliatkan perekonomian masyarakay arus bawah. Termasuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner.
Bahkan bukan hanya pelaku UMKM kuliner, tidak sedikit warga yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, ikut mengais rezeki untuk membantu perekonomian keluarga dengan cara berjualan di pasar takjil.
Salah satu pedagang pasar takjil di jalan letjen Sutoyo, yakni Insiyah mengatakan, dirinya berjualan di pasar takjil setiap tahun saban Ramadan. Menu makanan maupun harga yang ditawarkan pun beragam, Rp 5 ribu per bungkus hingga Rp 22 ribu per bungkus.
Dia mengaku ketika pasar takjil ramai, dalam sehari dia bisa mengantongi uang hingga lebih dari Rp 1 juta. Saat awal dan akhir Ramadan, nilainya bahkan bisa lebih dari itu. “Biasanya paling ramai saat awal dan akhir bulan puasa. Kalau pertengahan biasanya melandai,” ujarnya.
Dengan larisnya dagangan di pasar takjil, para pedagang merasa senang. Uang hasil berdagang bisa mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran mendatang.
Pemkab Banyuwangi mencatat transaksi di tiap pasar takjil mencapai puluhan juta rupiah per hari. Transaksi terbesar berada di tiga pasar takjil utama di pusat kota Banyuwangi. Tepatnya di pasar takjil di ruas Jalan Letjen Sutoyo, Taman Blambangan, dan Terminal Parwisata Terpadu. “Pasar takjil di tiga lokasi ini cukup ampuh mendorong perputaran ekonomi dengan transaksi mencapai Rp 40 juta lebih per hari,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda kemarin (9/4).
Itu artinya hingga hari ke-14 Ramadan, transaksi di tiga pasar takjil itu telah mencapai lebih dari Rp 500 juta. Jumlah itu belum termasuk transaksi di puluhan pasar takjil lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan di Banyuwangi.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa upaya pemkab dalam mengemas pasar takjil dengan bingkai
“Festival Street Food” membuahkan hasil yang positif. Dengan mengemas pasar takjil menjadi salah satu festival unggulan dalam kalender pariwisata “Banyuwangi Festival (B-Fest)”, pemkab ingin ekonomi masyarakat arus bawah bergeliat selama Ramadan. “Saat kami buka pada awal Ramadan lalu, kami memang menginginkan agar pasar takjil menjadi momentum menggeliatkan perekonomian,” tambah dia.
Pemkab mewadahi para pedagang UMKM untuk berjualan di pasar takjil selama Ramadan. Pemkab juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan keberadaan pasar takjil untuk memenuhi menu berbuka puasa. (sgt) Editor : Gerda Sukarno Prayudha