Melalui program stabilisasi harga pangan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga miring. ”Ada gula, beras, tepung, dan minyak goreng. Pokoknya semua ada. Kita gelar selama sembilan hari ke depan sampai menjelang Lebaran,” ungkap Kepala Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Harisun.
Operasi pasar tersebut sebagai upaya menstabilkan harga beras di pasaran. Bulog menyiapkan beras kualitas medium seharga Rp 8.600 per kilogram (kg), yang dijual dalam kemasan 5 kg dengan banderol Rp 43 ribu. Operasi pasar tersebut dalam rangka menjaga Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH) menjelang Lebaran.
Ditanya stok kebutuhan pangan selama Lebaran, Harisun dengan tegas mengatakan bahwa stok sangat aman dan terkendali. Apalagi, saat ini di Banyuwangi sedang berlangsung panen raya padi, dengan sendirinya akan diimbangi dengan penyerapan gabah dari petani. ”Untuk stok tidak hanya beras, minyak goreng dan gula pasir semua aman. Gula pasir masih ada stok 20 ton, tinggal ambil di PTPN. Begitu juga dengan minyak goreng,” katanya.
Untuk mencegah terjadinya penimbunan beras, lanjut Harisun, Bulog membatasi jumlah pembelian. Setiap orang hanya diperkenankan membeli maksimal dua kemasan beras saja.
Beras yang dijual adalah kategori medium. Beras ini memiliki campuran beras broken atau beras yang hancur dalam potongan lebih kecil (menir) dengan komposisi sebanyak 20 persen. Sedangkan beras premium adalah beras yang brokennya berkisar 5 hingga 10 persen saja.
Selain beras, dalam operasi pasar juga disiapkan minyak goreng kemasan merek Minyakita yang dijual seharga Rp 14 ribu per liter. Minyak tersebut merupakan minyak goreng kemasan yang diluncurkan pemerintah untuk menstabilkan harga. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud