Dua tahun sebelumnya masyarakat Banyuwangi harus berdiam di rumah karena pandemi Covid-19. Sedangkan pada Nataru tahun ini masyarakat Bumi Blambangan mulai bergerak lagi untuk menikmati momen berlibur.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi Zaenal Muttaqin mengatakan, peningkatan pemesanan kamar sudah mulai meningkat sejak memasuki bulan November. ”Okupansi per November berada di kisaran 75 hingga 85 persen. Peningkatan tersebut disebabkan adanya euforia karena kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai membaik dibanding tahun kemarin,” ujarnya.
Zaenal menyebut, untuk okupansi pada awal bulan ini sudah mencapai 70 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding Desember tahun 2021. ”Per 7 Desember ini saja sudah mencapai 70 persen. Dibandingkan Desember tahun lalu itu sekitar 70,65 persen. Peningkatan yang sangat bagus untuk teman-teman perhotelan,” ungkapnya.
Zaenal menambahkan, tamu yang datang didominasi oleh pengunjung reguler. ”Sebagian besar pengunjung lokal Banyuwangi, tapi ada yang dari luar kota dan turis,” kata dia.
Zaenal berharap, kenaikan angka Covid-19 tidak dibarengi dengan kebijakan pembatasan beraktivitas. ”Kami optimistis okupansi pada Nataru bisa mencapai 100 persen. Puncak kenaikan pengunjung hotel terjadi menjelang tahun baru hingga tanggal 1 Januari 2023. Asalkan tidak ada pembatasan aktivitas alias PPKM,” harapnya
Kepala Seksi (Kasi) Bidang Produk Pariwisata Disbudpar Banyuwangi Iswanto mencatat okupansi hotel berbintang atau pun hotel ”melati” mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut diprediksi mencapai 100 persen. ”Rata-rata peningkatan di kondisi seperti ini bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Banyuwangi memiliki kurang lebih sembilan hotel berbintang dan 68 hotel melati. Seluruh hotel berbintang aktif melaporkan perkembangan okupansi ke Disbupar. Sebanyak 21 hotel kelas melati kurang konsisten mengirimkan laporan. Alasannya, takut terkena pajak. Per November, dari enam hotel berbintang yaitu Aston, Dialog, El Royale, Glenmore, New Surya, Baru Indah, tercatat ada 18.741 tamu.
Sedangkan per Oktober hingga November 2022 peningkatan tamu domestik hanya mencapai 15 sampai 20 persen. ”Secara rata-rata mulai bulan Januari hingga Oktober ada kurang lebih 417.113 tamu dari seluruh hotel yang melaporkan. Untuk tamu luar negeri didominasi oleh tamu dari Prancis,” pungkasnya. (cw4/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud