Apa perbedaan dari kedua model bisnis ini? Simak penjelasan berikut
Business to Business (B2B)
B2B merupakan transaksi bisnis yang dilakukan oleh satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Perusahaan B2B akan menyediakan jasa atau barang untuk jalannya proses produksi di perusahaan lain.
Dalam pelaksanaannya, model bisnis B2B tergolong kompleks. Ada banyak pihak yang terlibat dalam transaksi ini. Selain itu, waktu yang dibutuhkan hingga terjadi kesepakatan juga tidak sebentar. Setiap transaksi B2B biasanya dilengkapi dengan kontrak atau ketentuan yang disepakati oleh semua pihak yang terlibat.
Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat beberapa karakteristik bisnis B2B yang jadi pembeda dengan model bisnis lain, diantaranya:
Transaksi bisnis yang kompleks
Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, proses transaksi B2B cukup kompleks. Masing-masing perusahaan mempunyai ketentuan tersendiri yang harus jadi pertimbangan saat bertransaksi. Biasanya transaksi ini dimulai dengan pertemuan, pengenalan produk, diskusi harga dan budget, kontrak kesepakatan, dan pengiriman barang atau penerapan layanan.
Terdapat kontrak atau perjanjian
Supaya tidak ada pihak yang dirugikan, perusahaan akan membatasi kerja sama dengan perjanjian atau kontrak kerja sama. Isi kontrak biasanya tentang jenis, jumlah, dan harga barang yang mau dibeli. Tidak hanya itu, kontrak juga berisi beragam kesepakatan lain yang tentunya menguntungkan kedua pihak.
Durasi kerja sama lama
Umumnya kesepakatan transaksi B2B berlangsung dalam kurun waktu yang lama, apalagi jika produk yang ditawarkan berupa barang mentah siap produksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kontinuitas produksi.
Meskipun model bisnis seperti ini terbilang cukup kompleks, namun pendapatan yang dihasilkan cukup menggiurkan, apalagi jika kontrak kerja sama berlaku dalam kurun waktu yang panjang.
Ada hubungan baik antar kedua belah pihak
Setiap perusahaan sangat selektif dalam memilih barang untuk pengembangan bisnis mereka. Oleh karena ini biasanya sebelum terjadi kesepakatan, kedua belah pihak sudah mempunyai hubungan yang baik.
Strategi pengembangan bisnis B2B
Membangun dan menjaga hubungan baik dengan mitra
Model bisnis B2B memiliki proses transaksi yang cukup kompleks. Ada banyak diskusi dan negosiasi yang dilakukan hingga adanya kesepakatan. Berdasarkan hal tersebut perlu kiranya untuk selalu membangun dan menjaga hubungan baik dengan mitra.
Memilih channel
Agar bisnis B2B berjalan dengan efektif, hindari penggunaan satu channel penjualan. Anda harus pelajari semua channel yang ada dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang Anda punya. Beberapa jenis channel penjualan yang bisa digunakan, diantaranya Google Adwords, sosial media, dan event off-air.
Manfaatkan testimoni baik dari klien
Strategi lain yang bisa digunakan adalah memanfaatkan testimoni dari klien yang pernah bekerja sama. Hal ini bisa menjadi pembanding atau pertimbangan tersendiri bagi calon klien baru.
Bangun dan perluas networking
Mengingat model bisnis B2B melibatkan perusahaan, Anda perlu networking yang baik untuk bisa berkomunikasi dengan perusahaan yang dituju. Semakin banyak dan semakin luas networking, maka peluang untuk mendapatkan klien baru akan semakin besar.
Business to Consumer (B2C)
Secara pengertian, terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara bisnis B2B dan B2C. Bisnis B2B melibatkan satu badan usaha dengan badan usaha lain, sementara bisnis B2C proses penjualan yang dilakukan oleh perusahaan langsung ke konsumen atau individu. Perusahaan yang menerapkan model bisnis ini adalah perusahaan yang memproduksi kebutuhan pribadi konsumen.
Di era serba digital seperti sekarang, perusahaan B2C juga merambah sistem penjualan online. Biasanya mereka memanfaatkan marketplace seperti Blibli untuk menjual produk. Agar lebih mudah membedakan bisnis B2B dan B2C, berikut ini ada beberapa karakteristik B2C yang perlu Anda pahami, diantaranya:
Terbuka
Berbeda dengan bisnis B2B yang melibatkan kontrak dan kesepakatan, bisnis B2C justru lebih terbuka untuk umum dan tidak terbatas. Perusahaan akan memberikan semua info dan kelebihan dari produk yang mereka jual secara jelas dan mudah dimengerti oleh konsumen.
Proses transaksi sederhana
Proses transaksi bisnis B2C dilakukan sangat sederhana. Tidak butuh waktu panjang untuk mencapai kesepakatan antara penjual dan pembeli.
On demand
B2C merupakan model bisnis yang menyediakan produk atau jasa berdasarkan permintaan konsumen atau on demand. Perusahaan akan menyesuaikan produk dan jasa dengan kebutuhan konsumen.
Persaingan tinggi
Dibandingkan dengan bisnis B2B, persaingan di bisnis B2C terbilang cukup tinggi. Sebab, jenis produk yang beredar di pasaran memiliki banyak kesamaan. Perusahaan harus jeli memberi pembeda pada produk yang mereka punya.
Strategi pengembangan bisnis B2C
Berbeda dengan bisnis B2B, untuk mengembangkan bisnis B2C ada banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya:
Meningkatkan pelayanan
Pelayanan yang baik akan menjadi penilaian tersendiri bagi pelanggan terhadap suatu produk. Salah cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberi kesempatan pelanggan untuk bisa menghubungi perusahaan, seperti lewat email, telepon, dan media sosial.
Berikan pengalaman yang baik
Selain keunggulan produk, konsumen juga butuh pengalaman menarik ketika menggunakan jasa atau produk yang Anda punya. Hal ini akan memperkuat image produk di mata konsumen.
Manfaatkan berbagai channel untuk promosi
Ada berbagai macam channel yang bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan produk yang Anda punya, entah itu secara online atau offline, seperti sosial media, media mainstream, brosur, dan lain sebagainya.(*) Editor : Gerda Sukarno Prayudha