Pedagang durian biasanya mulai menggelar lapaknya di sepanjang ruas jalan menuju Pasar Jajag pada pagi hari. Di antara pedagang itu, Ifah, 42, warga Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. “Baru tahun ini saya jualan di Jajag, biasanya jualan di pasar dekat rumah,” kata Ifah, Rabu (19/10).
Sejak ada pasokan durian, Ifah jualan mulai pagi hingga malam. Dalam jualan ini, tidak sendirian, ada beberapa pedagang lain yang juga membuka lapak tidak jauh dari tempatnya. “Ada beberapa pedagang lain yang ikut jualan, tapi mereka buka sore,” kata ibu dua anak tersebut.
Durian yang dijual Ifah, varietas lokal dengan berbagai ukuran. Durian itu didapat dari petani di Kecamatan Licin. Harga durian yang ditawarkan tergantung ukuran dan jenisnya. “Varietas lokal harganya mulai Rp 30 ribu dengan ukuran kecil, sedangkan yang berukuran besar Rp 60 ribu. Untuk durian montong harganya mencapai Rp 150 ribu,” jelasnya.
Harga durian itu, menurut Ifah, masih relatif mahal dibandingkan saat panen raya karena pasokan dari petani masih terbatas. Dari hasil jualan durian, pedagang ini bisa meraup hingga jutaan rupiah dalam sehari. “Tergantung jumlah pembeli, kalau sepi biasanya dapat Rp 1,5 juta, kalau ramai bisa sampai Rp 3 juta per hari,” pungkasnya.(cw3/abi) Editor : Agus Baihaqi