Pada Agustus lalu, jumlah pelaku saha yang memanfaatkan program tersebut ”hanya” 50 UMKM. Pada periode tersebut, total anggaran bantuan yang dikeluarkan sejumlah Rp 5.567.611.
Sedangkan pada September, jumlah UMKM yang memanfaatkan program ini meningkat pesat menjadi 120 UMKM. Total bantuan yang dikucurkan pun melesat menjadi Rp 19.360.270.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Sri Lestari membenarkan pelaku UMKM yang memanfaatkan program tersebut meningkat signifikan. ”Kalau dihitung peningkatannya hampir 150 persen,” ujar perempuan yang karib disapa Cici itu kemarin (10/10).
Menurut Cici, peningkatan tersebut berasal dari penyaluran informasi program ongkir gratis yang selalu gencar dilakukan. Terdapat kurang lebih 26 titik Kantor Pos di Banyuwangi yang memasang papan informasi program ongkir gratis. ”Kami konsisten dan giat dalam menyebarkan informasi program ini seperti melalui status WhatssApp, Instagram, dan setiap titik (Kantor Pos),” tutur dia.
Program ongkir gratis terus digalakkan hingga Desember 2022. Total anggaran yang dikucurkan untuk program tersebut kurang lebih Rp 100 juta. Setiap pelaku UMKM mendapatkan jatah total Rp 300 ribu untuk subsidi ongkir gratis tersebut.
Cici mengatakan, para pelaku UMKM mendapatkan jatah satu kali untuk merasakan program tersebut. Hal tersebut agar setiap pelaku UMKM di Bumi Blambangan ter-cover secara merata. ”Mereka yang tahun ini mendapatkan jatah ongkir gratis, maka tahun depan tidak dapat menikmatinya,” tegasnya.
Staf Bidang Usaha Mikro Fatah Rohmansyah mengatakan, syarat yang perlu dilakukan para pelaku UMKM cukup mudah. Mereka hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk dan Nomor Induk Berusaha (NIB). ”Mereka (pelaku UMKM) cukup membawa KTP dan NIB, kalau tidak punya NIB bisa menggunakan Surat Keterangan Usaha (SKU),” pungkasnya. (cw4/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin