Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Maulid Nabi SAW, Pedagang Mulai Kebanjiran Oder Kembang Endog

Ali Sodiqin • Kamis, 29 September 2022 | 22:07 WIB
PENASARAN: Seorang bocah mengamati pedagang yang sedang membuat kembang endog di Pasar Banyuwangi, Senin (26/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)
PENASARAN: Seorang bocah mengamati pedagang yang sedang membuat kembang endog di Pasar Banyuwangi, Senin (26/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peringatan Maulid Nabi membawa berkah tersendiri bagi para perajin dan penjual kembang telur di Banyuwangi. Sekitar dua pekan menjelang hari ”H” peringatan hari lahir Rasulullah Muhammad SAW, para pedagang dan perajin mulai kebanjiran pesanan.

Beberapa pedagang kembang telur tampak berjejer di Jalan Satsuit Tubun yang ”membelah” Pasar Banyuwangi, Senin (26/9). Mereka mengaku, setelah sempat mengalami penurunan omzet imbas pandemi Covid-19, tahun ini pesanan kembang telur alias kembang endog mulai ramai lagi.

Salah satu pedagang, Hariyati mengatakan, setiap memasuki bulan Rabiul Awal sudah menjadi rutinitas para pedagang memilih untuk menjual kembang telur. Sebab, masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi Endog-endogan yang digelar sejak lama. ”Setiap Maulid datang, kembang telur banyak dicari. Satu bulan sebelum Maulid saya sudah mulai jualan,” ujarnya.

Hariyati menjual beberapa model kembang telur. Di antaranya model contong, bunga, bebek, buah, dan aneka model lainnya. Harga yang dipatok pun beragam. Untuk kembang telur model contong dari bahan plastik dijual seharga Rp 1 ribu per unit. Kemudian model bunga dari bahan plastik dibanderol seharga  Rp 2 ribu per unit. Sedangkan model bebek dari plastik dijual seharga Rp 2.500 per unit. ”Harganya disesuaikan dengan model dan bahan dasarnya,” tutur perempuan yang berdomisili di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro tersebut.

Hariyati mengaku, di hari-hari awal jelang Maulid pesanan kembang telur masih relatif sepi. Namun, ketika sudah mendekati tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, pesanan mulai berdatangan. Bahkan, tidak hanya dari masyarakat Banyuwangi saja, pesanan juga bisa datang dari luar kota. ”Alhamdulillah, setiap Maulid datang, pedagang bisa dapat rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup,”pungkasnya. (cw2/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#maulid nabi #Kembang Telur #kembang endog #Perdagangan