Sekadar diketahui, pasca kenaikan harga BBM yang berlaku sejak 3 September lalu, tarif ojol mengalami penyesuaian. Namun, sejauh ini kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh besar terhadap minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut.
Salah satu driver ojol, Basri membenarkan bahwa tarif ojol mengalami kenaikan karena menyesuaikan harga BBM. Kenaikannya tidak terlampau jauh, dari standar tarif semula Rp 8 ribu menjadi Rp 8.400 untuk angkutan manusia. Sedangkan tarif untuk kiriman barang atau makanan dari Rp 8 ribu naik menjadi Rp 8.800. ”Naiknya tidak terlalu tinggi,” ujarnya Kamis (22/9).
Basri menambahkan, kebutuhan masyarakat atas jasa ojol seiring waktu semakin meningkat. Hal itu yang membuat gejolak kenaikan BBM tidak terlalu berpengaruh bagi para driver ojol. ”Pemasukan tetap stabil meski tarif naik,” ucap pria asal Kelurahan Bulusan tersebut.
Hal serupa juga dialami driver ojol lainnya, Hesbi Anansyah. Dia mengatakan, customer ojol relatif stabil meski tarif telah berubah. Sebab, menurutnya banyak orang yang belum memiliki kendaraan pribadi. Tak sedikit juga warung yang menerima pesanan tidak memiliki karyawan bagian pengantar. Sehingga kebutuhan atas jasa pengantar melalui ojol kian diminati. ”Meski tarif naik, tetap saja masih banyak warung dan restoran yang bermitra dengan ojol untuk mengantar makanan,” pungkas pria 23 tahun tersebut. (cw2/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin