Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasar Ramadan Momentum Bangkitkan Sektor Kuliner

Ali Sodiqin • Rabu, 6 April 2022 | 00:30 WIB
pasar-ramadan-momentum-bangkitkan-sektor-kuliner
pasar-ramadan-momentum-bangkitkan-sektor-kuliner

BANYUWANGI – Pasar takjil Ramadan yang identik dengan bulan puasa kembali digeber tahun ini. Bedanya, kali ini pasar takjil tersebut dikemas dalam balutan event bertajuk ”Street Food Festival”. Bukan hanya di pusat kota, pasar-pasar takjil juga tersebar di berbagai penjuru kabupaten the Sunrise of Java.

Pembukaan pasar-pasar takjil Ramadan tahun ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ipuk Fiestiandani di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Banyuwangi, Minggu sore (3/4/2022). Selain Ipuk, prosesi pembukaan juga dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Ipuk mengatakan, pemkab, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan se-Banyuwangi memfasilitasi pembukaan pasar-pasar Ramadan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Ini momentum untuk menggeliatkan perekonomian, khususnya di sektor kuliner. Mudah-mudahan, pasar-pasar Ramadan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Banyuwangi,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga menekankan kepada seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjajakan makanan yang sehat. Proses pembuatan makanan sehat itu dimulai dari bahan yang digunakan, pengolahan yang bersih dan higienis, serta penyajian yang bersih dan higienis pula.

Bukan hanya pedagang, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) pun turun tangan untuk memastikan makanan yang dijajakan para pelaku UMKM di pasar takjil Ramadan hanyalah makanan yang sehat. ”Dinas Kesehatan (Dinkes) menerjunkan tim dan laboratorium mobile untuk mengetes makanan yang dijual para pedagang. Jangan sampai ada makanan yang menggunakan bahan kimia berbahaya, misalnya pewarna yang bukan pewarna makanan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ipuk mengakui pasar takjil Ramadan nyaris setiap tahun digelar di Banyuwangi. Hanya saja, kali ini pihaknya meminta pelaksanaannya semakin baik, semakin terorganisasi, dan semakin banyak pedagang yang dilibatkan. ”Protokol kesehatan (prokes) juga harus dipastikan terjaga di seluruh pasar Ramadan yang tersebar di Banyuwangi. Kalau ada pengunjung yang tidak memakai masker, jangan diperkenankan masuk sebelum pengunjung tersebut menggunakan masker,” pintanya.

Bukan itu saja, Ipuk juga berharap pihak terkait ikut mengawal pasar-pasar Ramadan di wilayah masing-masing. Dikatakan, pasar takjil Ramadan riskan menimbulkan kerumunan serta rawan menimbulkan kemacetan. ”Ini harus diperhatikan. Harus diatur agar pengunjung tidak sampai berdesakan. Juga jangan sampai ada penutupan jalan. Karena di sekitar pasar Ramadan juga ada toko dan tempat usaha lain yang juga dimanfaatkan oleh warga untuk mencari rezeki,” jelasnya.

Sementara itu, fasilitasi Pasar Takjil Ramadan kali ini disambut antusias para pelaku UMKM. Salah satunya Aris. Pria yang sehari-hari berjualan di kawasan Pantai Marina Boom ini mengaku sudah dua tahun membuka usaha di pasar Ramadan Jalan Brigjen Katamso. ”Tahun lalu Alhamdulillah laris. Semoga tahun ini tambah laris,” kata pria yang menjajakan es buah naga cincau dan baby crab asam manis tersebut.

Hal senada dilontarkan Firdaus alias Dede. Dia memanfaatkan pasar Ramadan di Jalan Brigjen Katamso untuk menjajakan minuman hasil kreasinya yang terdiri dari campuran bola-bola ubi ungu, kacang merah, jeli, kolang-kaling, dan cincau. ”Baru kali pertama ini saya berjualan. Kalau respons masyarakat bagus, usaha ini akan saya lanjutkan,” pungkasnya.

Editor : Ali Sodiqin
#pasar takjil #bupati ipuk #ramadan