Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Minyak Goreng Meroket dan Meroket

Rahman Bayu Saksono • Jumat, 5 November 2021 | 17:55 WIB
minyak-goreng-meroket-dan-meroket
minyak-goreng-meroket-dan-meroket

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kenaikan harga minyak goreng curah, tampaknya menjadi masalah tersendiri bagi para perajin tahu goreng di Desa Setail, Kecamatan Genteng. Saat ini, mereka menggunakan minyak kemasan dengan harga yang relatif tinggi.


Salah satu perajin tahu, Saiful Hasan, 50, mengaku untuk menggoreng tahu, beberapa bulan ini menggunakan minyak goreng kemasan. Itu karena harga minyak goreng curah terus mengalami kenaikan, dan harganya mendekati harga minyak kemasan. “Dulu curah lumayan murah, sekarang harganya sama dengan kemasan, ya mending pakai yang kemasan,” katanya.


Menurut Hasan, saat ini harga minyak goreng curah di atas Rp. 16 ribu per kilogram. Untuk menggoreng tahu, dibutuhkan minyak 36 liter. Kebutuhan itu, jika dikalkukalasi dengan harga minyak goreng kemasan nilainya sama. “Saya itu, minyaknya per dus yang berisi 12 liter harganya Rp. 192 ribu, dan butuhnya 36 liter,” jelasnya.


Menanggapi harga minyak curah yang semakin mahal, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, R. Nanin Oktaviantie menjelaskan, berdasarkan laporan petugas monitoring harga di pasaran, kondisi ini sudah berlangsung hampir dua minggu. “Sebelumnya Rp.16 ribu  per kilogram, sekarang sudah Rp18.500 per kilogram,” katanya.


Nanin berharap harga dan ketersediaan semakin normal. Itu karena minyak curah di agen mulai sedikit dan harganya cukup tinggi. “Beberapa waktu ini pasokan sangat minim, dan harga di agen sudah tinggi, sekitar Rp. 17.900 per kilogram,” ungkapnya.


Gara-gara minyak curah yang tinggi itu, sejumlah pedagang di pasar yang sebelumnya menyediakan minyak curah, kini tidak lagi menjual dan berganti menjual minyak kemasan. “Pedagang lebih suka munyak kemasan, harganya lebih murah,” katanya.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#minyak goreng #sembako #banyuwangi