Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ruang Terbuka Beratap Langit

Ali Sodiqin • Senin, 4 Oktober 2021 | 20:15 WIB
ruang-terbuka-beratap-langit
ruang-terbuka-beratap-langit


BANYUWANGI – Bangunan dengan desain industrial marak dan mulai menjamur di Banyuwangi. Salah satu bangunan industrial kali pertama di Banyuwangi adalah Atap Langit Coffee House dan Burger.



Lokasinya terletak di Jalan MH Thamrin No 32 Kelurahan Singotrunan Banyuwangi. Dari jalan raya, bangunan seluas 75 meter persegi di atas tanah seluas 185 meter persegi ini tampak bersih rapi dan banyak ruang terbuka yang langsung beratap langit.



”Saya coba mendoktrin atau sugesti pelanggan yang nongkrong dan ngopi merasakan hal yang sama beratap satu langit dengan tempat duduk memanjang agar bisa saling mengenal satu sama lain,” ungkap Ahmad Naufal Ifani, owner Atap Langit Coffee House dan Burger.



Pemuda berusia 24 tahun ini mengaku, ide bangunan industrial tersebut awalnya murni idenya yang tercetus ketika sering nongkrong di kafe. Akibat seringnya nongkrong, dia kemudian tercetus untuk membuat tongkrongan sendiri yang dapat justru dapat mendulang penghasilan. Ditambah dengan bekal ilmu teknik sipil yang dipelajari di bangku kuliah. ”Jadi ilmu teori saya dapatkan di bangku kuliah, saya aplikasikan langsung jadi bangunan ini,” ujar mahasiswa semester akhir prodi teknik sipil Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini.



Kelebihan konsep bangunan industrial ini, kata Ifan – panggilan akrab Ahmad Naufal Ifani, cukup menghemat atau meminimalkan biaya konstruksi bangunan karena lebih banyak ruang terbuka. Apalagi dengan desain tembok unfinished terlihat rapi dan bersih.



Meski dominasi ruang terbuka beratap langit, tetap ada gedung indoor bagi pengunjung atau pelanggan yang ingin mengobrol lebih nyaman. Kursi panjang permanen dari semen di bagian outdoor memang untuk menunjukkan suasana kebersamaan dan persaudaraan.



Selain menyuguhkan nuansa bangunan industrial, menu yang disajikan di Atap Langit Coffee House & Burger juga cukup spesial, di antaranya Es Kopi Susu Baileys, aneka kopi Arabica Gayo Aceh, Bali Kintamani, Gunung Halu, dan kopi lokal Robusta Gombengsari. Sementara makanan ringannya ada kentang goreng, tahu walik, cireng, dan sosis. ”Untuk makanan berat kami siapkan rice box Yakiniku dan Chicken Katsu dengan harga sangat terjangkau,” jelas putra sulung pengusaha H Munif itu.



Karena desain kekinian, sebagian besar pengunjungnya adalah anak-anak usia remaja dan pemuda. Ditambah dengan fasilitas wifi dan fasilitas umum, membuat pengunjung makin betah berlama-lama. ”Setiap akhir pekan juga kami berikan hiburan live musik akustik. Pokoknya dijamin betah sesuai tagline kami, kembali ke langit,” tandas pemuda yang menekuni Food and Beverage ini.



Editor : Ali Sodiqin