RadarBanyuwangi.id - Pasar takjil Ramadan bergeliat di masing-masing kecamatan guna membangkitkan perekonomian warga. Tidak terkecuali pasar takjil Ramadan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singojuruh.
Sejak dibuka awal Ramadan, pasar takjil Ramadan di RTH Singojuruh berlangsung ramai. Walaupun demikian, standar protokol kesehatan Covid-19 juga tetap dipenuhi sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona di Banyuwangi.
Pasar Takjil RTH Singojuruh bukan pasar Ramadan biasa. Betapa tidak, para penjual menata dagangannya layaknya kegiatan bazar atau pameran. Ada gerbang yang menyambut para pengunjung di pintu masuk. Aneka makanan dan minuman juga ditata rapi memanjang dengan memperhatikan jarak antarpedagang.
Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang membuka stan di pasar takjil tersebut didata lebih dulu oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Wiyu Desa Singojuruh sebagai pelaksana teknis kegiatan.
Para pedagang menjual aneka makanan serta minuman yang biasa dijadikan hidangan buka puasa. Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat. Para pengunjung yang datang juga harus berjalan kaki dan wajib mematuhi aturan 3M. Jarak antarpenjual ditata sedemikian rupa agar tidak berjubel.
Makanan-minuman yang dijual juga sudah melalui uji sampel yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Sehingga apa yang dijual dan dikonsumsi masyarakat benar-benar makanan dan minuman yang tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.
Keberadaan pasar takjil sangat mendorong geliat perekonomian warga. Hidayati, salah seorang pedagang mengaku, sangat terbantu dengan adanya pasar takjil Ramadan. ”Lumayan bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Berbagai makanan dan minuman yang dijajakan di pasar takjil Ramadan juga beragam, mulai dari kolak, es buah, kue patola, hingga semanggi sambal serai. Harga makanan dan minuman yang dijual juga cukup terjangkau. Rata-rata hanya Rp 5 ribu.
”Kami sebagai pedagang sangat terbantu, karena BUMDes Sumber Wiyu justru menjadi tim pemasaran bagi kami para pedagang yang menjual voucher keliling. Sehingga setiap hari selalu ada pembeli yang datang. Khususnya mereka yang telah membeli voucher,” katanya.
Tidak hanya itu, lokasi RTH Singojuruh merupakan tempat pilihan yang pas. Jika rata-rata pasar takjil Ramadan menempati ruas jalan raya. Untuk pasar takjil di RTH Singojuruh justru memanfaatkan ruang terbuka yang nyaman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Salah seorang pengurus BUMDes Sumber Wiyu, Husnul Hotimah mengaku, untuk menarik perhatian agar orang mau datang ke pasar takjil, pengurus BUMDes membuat spot selfie yang menarik. ”Sehingga pengunjung tidak sekadar berbelanja, melainkan juga bisa mengabadikan momen dengan berfoto di tempat selfie,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin