Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Songkok Malaysia Made in Banyuwangi Tembus Ibu Kota

Ali Sodiqin • Senin, 5 April 2021 | 17:00 WIB
songkok-malaysia-made-in-banyuwangi-tembus-ibu-kota
songkok-malaysia-made-in-banyuwangi-tembus-ibu-kota


RadarBanyuwangi.id – Songkok, peci, atau kopiah, sudah menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai penutup kepala saat salat, sebagian orang menjadikan songkok sebagai bagian dari gaya hidup. Mau tahu model songkok yang lagi ngetren saat ini? Namanya songkok model Malaysia.



Sebagian orang kerap menggunakan songkok saat menghadiri acara formal maupun nonformal, seperti menghadiri rapat atau pertemuan resmi, menghadiri pengajian, hingga resepsi pernikahan. Di antara ragam songkok yang lazim dikenakan warga Bumi Blambangan, ada jenis kopiah yang kini tengah digandrungi masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, termasuk kalangan santri. Kopiah jenis ini lazim disebut sebagai songkok Malaysia.



Entah dari mana sumber atau dasar penamaan itu. Yang jelas, selain di tanah air, songkok tersebut juga kerap dikenakan masyarakat Melayu di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.



Sementara itu, bentuk songkok Malaysia menyerupai tabung, namun meruncing di bagian depan dan belakang. Penutup bagian atas songkok Malaysia ini memiliki ciri khas berupa bordiran yang membentuk empat bulatan kecil.



Selain itu, di sisi kanan dan kiri songkok Malaysia terdapat bordiran simbol-simbol tertentu. Biasanya berupa Kakbah, Masjid Nabawi, hingga simbol-simbol yang identik dengan ciri khas suatu kota, misalnya Menara Kudus, masjid agung suatu kota, gambar senjata pusaka khas daerah, dan lain-lain.



Mungkin lantaran wujudnya dinilai artistik, songkok Malaysia ini kini menjadi tren di kalangan masyarakat. Termasuk kalangan santri. Tak heran, permintaan pasar terhadap songkok jenis yang satu ini cukup tinggi.



Usut punya usut, di Banyuwangi terdapat sejumlah produsen songkok Malaysia. Hasil produksi pun tidak hanya diserap pasar Bumi Blambangan, tetapi juga ”membanjiri” pasar kota-kota besar di tanah air, seperti Jakarta dan Surabaya.



Salah satu produsen songkok Malaysia adalah pasangan suami istri (pasutri) Ali Gufron dan Aisyah, warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, dibantu 40 pekerja, dalam sepekan mereka bisa memproduksi seribu unit songkok Malaysia. ”Pekerja kami mayoritas warga Kecamatan Genteng dan sekitarnya,” ujar Aisyah.



Aisyah mengatakan, sebenarnya songkok Malaysia sudah ada sejak dahulu. Namun, pihaknya baru memproduksi songkok tersebut sekitar sepuluh bulan terakhir. ”Hasil produksi kebanyakan dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lain di tanah air,” kata dia.



Masih menurut Aisyah, menjelang Ramadan kali ini permintaan songkok naik cukup signifikan. Kisaran kenaikannya mencapai 50 persen. ”Alhamdulillah. Sejauh ini hasil produksi kami selalu habis terjual,” pungkasnya.


Editor : Ali Sodiqin
#ekonomi kreatif #kopyah #kerajinan