Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harpi Bakukan Tata Rias Pengantin Mupus Braen Blambangan Berkerudung

AF Ichsan Rasyid • Selasa, 29 Desember 2020 | 14:14 WIB
harpi-bakukan-tata-rias-pengantin-mupus-braen-blambangan-berkerudung
harpi-bakukan-tata-rias-pengantin-mupus-braen-blambangan-berkerudung


 

BANYUWANGI-- Ketua Umum DPP Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Suryatmi Harun membakukan Tata Rias Pengantin Mupus Braen Blambangan Berkerudung. Pembakuan yang dilakukan secara virtual oleh Suyatmi Harun ini dihadiri anggota pengurus Harpi Banyuwangi pada Senin (28/12) di El Royale Hotel Banyuwangi.

Kegiatan ini juga diikuti dengan pelantikan pengurus ranting Harpi Kecamatan Tegalsari dan Genteng sekaligus dirangkai Lokakarya perang bangkat (Temu Pengantin Adat Banyuwangi). Acara ini dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas, Ketua DPC Harpi Banyuwangi. Hj. Chasiastuti Soeherman, Ketua DPD Harpi Jatim Endah Rusman, Perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi Abdullah Fauzi.


Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno melalui  Kabid Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nuriyatus Sholeha menjelaskan, kegiatan ini mendorong peranan juru rias pengantin dalam melestarikan tata rias dan busana pengantin.  Saat ini, kata Nuriyatus, banyak perempuan Indonesia melakukan revolusi hijab dengan menciptakan berbagai model.

Di tengah perkembangan ini ternyata juru tata rias pengantin makin bisa mengekspresikan diri, untuk menjadikan jilbab menjadi sebuah karya. Nah terkait ini, maka peranan juru rias pengantin ini merupakan profesi ahli dalam bidang tata rias pengantin yang mempunyai andil penting dalam seluk beluk upacara perkawinan adat.

Maka, seorang juru rias pengantin harus memiliki keterampilan dan ahli dalam bidangnya, menguasai keterampilan teknik merias wajah dan rambut, sekaligus menguasai tata busana pengantin. Ini merupakan syarat utama yang tidak dapat ditawar bagi seorang juru rias pengantin.

Khusus untuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan ini, sebut Nuriyatus, memiliki makna yang tidak boleh dihilangkan, karena dilambangkan sebagai doa yang diharapkan berdampak baik bagi pengantin, fungsi untuk memberi gambaran kepada penata rias dalam mengaplikasikan tata rias Mupus Braen Blambangan. “Menjadi perias pengantin bukan hanya merias agar membuat orang cantik, tapi juga harus mengerti dan memahami terhadap nilai-nilai luhur riasan tersebut,” kata Nuriyatus.

Ketua Umum DPP Harpi Suryatmi Harun
berharap  dengan dibakukannya Tata Rias Penganti Mupus Braen Blambangan Berkerudung ini akan semakin menambah kekayaan daerah dan dapat menunjang kemajuan pariwisata di Banyuwangi. Pihaknya juga berharap Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) melakukan upaya pembelajaran terhadap tata rias Mupus Braen Blambangan Berkerudung ini. “Pesan saya semua profesi dituntut harus profesional maka kita harus mengikuti tuntutan jaman. Untuk itu manfaatkan kesempatan ini,” kata Suryatmi.

Ketua Konsorsium Pelatihan Tata Rias Pengantin Irene Estelina Ibrahim mengatakan secara keseluruhan pihaknya  menerima perubahan dalam tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan Berkerudung ini, namun ada beberapa usulan atau syarat yang perlu disempurnakan, diantaranya sebaiknya kemben yang masih terlihat harus dirapikan sehingga kemben tersebut tidak terlihat.

Narasumber lokakarya sekaligus Ketua LKP Titiwangi Hj Listiyana menjelaskan untuk menjadi seorang penguji pengantin maka harus memiliki minimal enam model tata rias pengantin yang dilengkapi sertifikat. “Mengapa harus memiliki sertifikat? Sebab sertifikat ini adalah jati diri kita bahwa kita sudah kursus dan menguasai tata rias pengantin,” kata mantan anggota DPRD Banyuwangi ini.

Sementara itu Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiendani Azwar Anas menyebutkan selain dalam hal pelestarian tata rias dan busana, seorang juru rias harus membutuhkan ketelitian, mempunyai wawasan yang luas mengetahui bagaimana melaksanakan tata cara upacara adat pengantin serta mengikuti perkembangan zaman. “Maka saya berpesan kepada para peserta agar selalu mengikuti trend tata rias pengantin, syukur-syukur jika setiap ada trend baru ikut uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat dengan keterampilan tata rias pengantin yang mereka miliki,” kata Ipuk kemarin. (*/afi/c1)

Editor : AF Ichsan Rasyid
#pemkab banyuwangi