Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dulu Favorit Memancing, Tambak udang di Lokalisasi Pakem Kini Diurug

Ali Sodiqin • Sabtu, 14 September 2019 | 22:36 WIB
dulu-favorit-memancing-tambak-udang-di-lokalisasi-pakem-kini-diurug
dulu-favorit-memancing-tambak-udang-di-lokalisasi-pakem-kini-diurug

JawaPos.com – Perlahan tapi pasti, kawasan tambak ikan yang berada di dekat eks Lokalisasi Pakem terus diuruk. Sulitnya mencari sumber air laut dan mahalnya biaya produksi tambak disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat banyak tambak mulai dialihfungsikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, di sekitar area tambak yang masuk di wilayah Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo dan Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari dalam lima tahun terakhir banyak mengalami perubahan. Ada yang diuruk untuk menjadi kawasan perumahan, ada juga yang diuruk kemudian dijadikan lokasi sekolah.

Tukiran, 65, salah seorang penjaga tambak di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari membenarkan jumlah tambak yang masih produktif terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Dia sendiri beberapa kali melihat tambak yang ada di kanan kiri lokasi yang dijaganya perlahan beralih fungsi.

Kakek dua cucu itu mengatakan jika tingginya ongkos produksi menjadi salah satu penyebab ditutupnya tambak. Saat ini, Tukiran mengatakan, banyak tambak yang kesulitan untuk mencari air laut. Sehingga mau tidak mau pemilik tambak harus menggunakan air tawar untuk mengisi tambaknya.

”Yang paling banyak biasanya tambak ikan mujair. Tapi kalau yang dirawat itu kapan balik modalnya. Mboten nutut. Kalau air laut kan bisa diisi udang atau kerapu,” jelasnya.

Dia juga menceritakan, dulunya air laut cukup mudah didapat, namun semenjak semakin banyaknya pembangunan, aliran air laut yang dialirkan dari wilayah Pantai Boom menjadi terhambat. Sehingga petambak hanya mengandalkan air tawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pangan Hari Cahyo menilai jika tambak yang ada di wilayah sekitar eks lokalisasi Pakem banyak yang sudah tidak produktif. Faktor jauhnya dari lokasi penyedotan air laut menjadi penyebab utama para pemilik tambak mengalihfungsikan lahannya.

Hari sendiri juga melihat jika Bidang Tata Ruang Dinas PU sudah melakukan kajian terkait hal tersebut. Sehingga penyebab terbengkalainya tambak di wilayah tersebut bisa diketahui dari segi ekonomis maupun teknis. ”Ketika tanah tidak produktif untuk tambak kemudian produksinya dirasa berat mungkin itu menjadi alasan. Kita sendiri tetap mendorong untuk petambak produktif. Dan selain wilayah tambak di Karangrejo itu, yang lain masih cukup produktif. Saat ini ikan kerapu dan nila merah memiliki nilai ekonomis yang bagus,” tegasnya.

Sekadar tambahan data, di Kecamatan Banyuwangi ada 1.783 hektare tambak. Sedangkan yang memiliki produktivitas bagus ada sekitar 1.381 hektare.

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi