CLURING - Para pengecer gas elpiji ukuran tiga kilogram, bisa bernapas lega. Saat ini pasokan dari Pertamina ke agen sudah lancar. Di agen Surya Raya Desa Benculuk, Kecamatan Cluring yang sebelumnya ada antrean panjang, kini sudah normal lagi, kemarin (24/7).
Pemilik Toko Surya Raya, Hendrik Singging mengatakan, pelanggannya yang beberapa waktu lalu sempat antre, sebenarnya bukan karena keterlambatan dari pangkalan Pertamina. Tapi, dia sengaja mengurangi stok. “Bukan karena pengurangan stok dari pusat, tapi kami kurangi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sini saja,” ujarnya.
Hendrik mengaku tidak tahu penyebab membludaknya pembeli. Tapi, kini pasokan sudah kembali lancar dan tidak ada pengurangan stok. “Sekarang sudah kembali lancar dan tidak ada lagi antrean, untuk harga masih tetap yaitu Rp 15.500 per tabung elpiji ukuran tiga kilogram,” ungkapnya.
Seorang penjual tabung gas elpiji, Istiqomah, 48, warga Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring mengatakan stok gas sudah kembali normal. “Pendistribusian tabung gas sudah mulai seperti biasa,” cetusnya.
Sementara itu, Selles Eksekutif Rayon VII Domestic Gas Region V, Mohammad Ali Akbar Felayati mengatakan, untuk stok mulai dari Januari hingga Juni 2018 adalah 1.365.071 tabung per bulan. Dengan rata-rata penyaluran potensi yang ada di Banyuwangi adalah over sebesar 0.44 persen, atau sebesar 74.048 tabung di akhir 2018. “Artinya saat ini tidak ada pengurangan alokasi dari PT Pertamina untuk Banyuwangi. Bahkan cenderung lebih, karena sudah melebihi kuota 2018 yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, pada masa Lebaran 2018, Pertamina juga memberikan tambahan pasokan sebesar 543 persen alokasi harian atau total sebesar 283.920 tabung gas. “Itu seiring adanya penambahan pasokan gas bersubsidi oleh Pertamina. Jadi sama sekali tidak ada pengurangan stok dari Pertamina untuk tahun ini,” pungkasanya.
Editor : Rahman Bayu Saksono