BLIMBINGSARI - Kondisi perairan Selat Bali, termasuk di perairan Blimbingsari, hingga saat ini sebenarnya kurang disarankan untuk kegiatan melaut. Kondisi ini tidak lain karena ketinggian ombak dan kecepatan angin yang relatif besar.
Kepala Wilayah Kerja Blimbingsari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ketapang (KUPP) Isani menyebutkan, saat ini kondisi perairan di Selat Bali hingga perairan selatan Jawa kurang kondusif. Sesuai data dengan yang dirilis dari BMKG, pihaknya menyebutkan kondisi ini paling tidak akan berlangsung hingga seminggu ke depan. ”Info dari BMKG kurang kondusif untuk pelayaran,” terangnya.
Dia juga menyebutkan, di sejumlah lokasi ada kemungkinan munculnya awan hitam yang bisa mengakibatkan angin kencang dan gelombang tinggi. Sehingga bisa membahayakan pelayaran, khususnya kapal kecil. ”Di banyak lokasi anginnya kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, bagi nelayan, saat ini merupakan musim tangkap ikan layang. Setiap dini hari para nelayan mengangkat sauh dan berangkat untuk menangkap ikan yang digemari untuk bakaran ini.
Untung, 53, bersama nelayan lainnya biasanya mencarikan hingga mendekati pesisir Bali. Kegiatan tersebut mereka mulai pada dini hari dan kembali pulang setelah siang. ”Berangkat jam 2 pagi, pulang siang,” terangnya.
Jika beruntung, mereka bisa membawa pulang ikan hingga 60 kilogram. Belum lagi jika ditambah kondisi angin yang baik, mereka bisa menghemat BBM dengan memanfaatkan layar. Namun, jika nasib kurang bersahabat, biasanya hanya sedikit. Sementara itu harga jual kepada tengkulak atau pengepul sekitar Rp 15 ribu per kilogram. ”Ikan ini sekarang banyak, sekarang yang dicari ini,” terangnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono