BANYUWANGI – Pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis per tamax, pertamax turbo, dexlite dan pertamina dex. Kenaikan berlaku sejak pukul 00.00, Minggu dini hari (1/7). Kenaikan tersebut tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Mereka baru tahu ada kenaikan ketika sedang mem beli bahan bakar minyak di SPBU.
Pembeli banyak yang terkejut karena kenaikannya cukup tinggi untuk harga pertamax. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah SPBU di wi layah Banyuwangi sudah mulai menerapkan harga baru tersebut sejak Minggu dini hari.
Dari kenaikan tersebut, pertamax yang sebelumnya seharga Rp 8.900 per liter menjadi Rp 9.500. Kemudian pertamax turbo dari harga Rp 10.150 menjadi Rp 10.700. Se lanjutnya BBK jenis dexlite mendapatkan kenaikan paling ting gi dari harga Rp 8.100 per liter menjadi Rp 9.000. Terakhir BBK jenis pertamina dex yang naik dari harga Rp 10.100 menjadi Rp 10.500.
“Sudah naik mulai tadi (kemarin) malam. Jadi pertamax yang sebe lumnya Rp 8.900 menjadi Rp 9.500,” ujar Vera, salah satu ope ra tor di SPBU Sukowidi.
Salah seorang manajer SPBU di Banyuwangi yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan pengumuman terkait ke naikan BBK sudah muncul sejak Sabtu (30/6) sore.
Seluruh manajer SPBU diminta untuk standby dan memantau perubahan harga di website Pertamina hingga pukul 22.00.
“Pukul 10 malam sudah ada kenaikan, jadi pukul 12 malam langsung kita terapkan. Ini hanya berlaku untuk BBK saja, karena memang harganya fluktuatif. sedangkan BBM subsidi seperti solar dan premium masih tetap sama, pertalite juga tidak ada kenaikan harganya tetap Rp 7.800 per liter,” terangnya.
Dia menambahkan, kenaikan seperti ini kerap kali membuat pe ngusaha SPBU kebingungan. Apalagi jika pemberitahuanya mendadak di malam hari. Meski begitu, dia mengaku tak jarang mendapat keuntungan ketika stok BBM masih tersedia di tengah ke naikan harga. “Ya ada rezeki buat kita kalau stoknya masih ada, Cuma pesanan kita yang saat ini sudah mau diantar yang masih ada di Depo ya harus kita tambahi bayarnya karena harganya naik,” tegas pria asal Lateng itu.
Sementara itu, kenaikan harga BBK ini cukup menimbulkan ke kagetan dari masyarakat. Darmawan, salah seorang pembeli di SPBU Karangente mengaku terkejut karena sehari sebelumnya harga pertamax masih di angka Rp 8.000-an dan dalam waktuse malam sudah naik.
“Saya terkejut pastinya, Cuma yang lebih saya kjawatirkan ini efek selanjutnya. Ke naikan harga barang pokok dan mungkin ke listrik juga,” tandas pria berkepala plontos itu.
Editor : Rahman Bayu Saksono