TEGALSARI - Ikan hasil tangkapan para nelayan yang akhir-akhir ini melimpah, berpengaruh terhadap harga jual. Saat ini, stok ikan di pedagang melimpah dan itu membuat harga jadi merosot .
Di daerah Kecamatan Tegalsari, ikan laut banyak dicari warga untuk dibuat buka dan sahur. Warga kini lebih banyak mencari ikan laut dibanding daging ayam dan sapi, karena harganya yang lebih murah. “Saat ini pasokan ikan melimpah,” terang Sukarji, 40, penjual ikan di Pasar Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.
Ikan yang dijual di Pasar Blokagung itu, terang dia, berasal dari para nelayan yang ada di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, ikan dari Pantai Muncar, dan Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Saat ini sangat mudah mendapatkan ikan, pasokan banyak harganya turun,” ujarnya.
Di awal Ramadan, terang dia, harga ikan jenis mernying dan tongkol berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram. Tapi saat ini, turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
“Tahun lalu harga ikan menjelang Lebaran naik hingga 20 persen, tapi sekarang malah turun,” ungkapnya.
Menurut Sukarji, warga kini cenderung membeli ikan laut dibandingkan daging ayam dan sapi, itu karena harga daging ayam dan sapi yang mahal menjelang Lebaran. “Dalam sehari saya menyediakan ikan sebanyak 50 kilogram, dan itu langsung habis,” cetusnya.
Sukarji menyebut untuk harga cumi-cumi, kini naik. Bila sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Kenaikan itu disebabkan tangkapan nelayan berkurang, sehingga mempengaruhi harga jual di pasaran. “Untuk tiga hari ini saya tidak dapat stok cumi-cumi karena susah mencarinya,” ungkapnya.
Nurul Maulida, 48, pembeli ikan mengatakan saat ini lebih senang membeli ikan laut karena harganya lebih murah dibanding harga daging. Selain itu, keluarganya juga senang mengonsumsi ikan dibandingkan danging. “Alhamdulillah, harganya (ikan) tidak naik sehingga dapat lebih berhemat. Lagi pula masak ikan laut lebih simple dan tidak ribet,” katanya.
Editor : Rahman Bayu Saksono