BANYUWANGI - Genap sebulan ini, maskapai Nam Air membuka rute Jakarta-Banyuwangi (PP). Dirrect flight tersebut mendapat sambutan hangat warga. Sejak terbang perdana 18 Juni hingga sekarang, jumlah penumpang terus melesat. Bahkan, 95 persen kursi pesawat terisi penuh oleh penumpang.
District Manager Nam Air Banyuwangi, I Gusti Putu Chrisna mengatakan, sejak dibuka penerbangan perdana pada (16/6) lalu, hingga kemarin siang (17/7), penumpang pesawat Nam Air masih cenderung terjaga, yakni di kisaran 110 penumpang setiap harinya. Bahkan, saat musim Lebaran lalu, jumlah kursi penumpang pesawat juga terisi penuh 120 penumpang.
Sebelum Lebaran, pasca-diresmikan penerbangan perdana oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya jumlah penumpang yang dirrect flight dari Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya berkisar antara 95 hingga 110 penumpang setiap harinya.
Setelah musim Lebaran, jumlah penumpang mulai ada penurunan dari angka 110 penumpang menjadi 100-an penumpang. Meski demikian, jumlah penumpang itu masih relatif terjaga dan cukup baik. “Jadi penumpang yang kami angkut murni tanpa mengambil atau mengurangi penumpang pesawat lainnya,” ujar Chrisna.
Sejak beroperasi menerbangi bandara Blimbingsari, sejauh ini tidak ada kendala cukup berarti. Apalagi, menjelang arus mudik Lebaran lalu hingga saat ini Pertamina telah mengoperasikan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandar Udara Blimbingsari, dengan produk utama berupa bahan bakar Avtur dan Avgas.
Keberadaan DPPU tersebut juga dinilai lebih memudahkan pihak maskapai penerbangan dalam melakukan pengisian bahan bakar. Sehingga, sejak awal menerbangi langit Banyuwangi pihaknya nyaris tanpa kendala. “Kalaupun ada kendala hanya delay dan itu jarang. Kalau pun terjadi juga hal lumrah dalam dunia penerbangan,” jelasnya.
Dia berharap jumlah penumpang pesawat di Bandara Blimbingsari terus berkembang pesat, dan pihaknya juga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat yang menggunakan jasa layanan moda transportasi udara. Apalagi harga tiket untuk kelas ekonomi mulai harga Rp.600 ribuan, dan untuk bisnis class harga tiket mulai Rp.1,7 juta.