BANYUWANGI – Jagung manis tampaknya sedang digandrungi para petani. Itu karena selama ini harga komoditas pertanian tersebut cukup stabil jika dibandingkan dengan jagung biasa.
Saat ini, harga jagung manis berkisar Rp 5 ribu per-kilogram. Selain harganya menawan, para petani juga bisa memanen dengan durasi waktu yang lebih cepat. Dalam durasi waktu 75 hari, jagung manis bisa dipanen.
Sebaliknya, panen untuk jagung biasa lebih lama lagi. Dibutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan baru bisa dipanen. Dengan begitu, jagung manis lebih menguntungkan. ‘’Jagung manis memang sedang bagus-bagusnya,’’ ungkap Sugeng, salah satu pedagang jagung manis.
Selama ini, banyak petani yang menanam jagung manis karena memiliki prospek yang bagus. Sebagai pengepul, selama ini dirinya mampu memasarkan jagung manis di wilayah Bali. ‘’Setiap hari membawa jagung manis ke Bali,’’ terangnya.
Pasokan jagung manis untuk memenuhi permintaan di Bali cukup besar. Dikatakan dia, dalam sehari pengiriman jagung manis rata-rata 2 ton. ‘’Kirim jagung ke Bali setiap hari,’’ jelasnya.
Selain jagung manis, komoditas lain dari Banyuwangi untuk memenuhi pasar di Pulau Dewata tersebut. Seperti sayur mayur, seledri sampai bawang daun. ‘’Bawang daun juga membawa banyak, harganya sekarang Rp 6 ribu,’’ paparnya.
Pada kesempatan itu, pengiriman barang seperti kentang juga berlangsung rutin. Ada tiga jenis kentang yang selama ini beredar di pasar, yaitu kentang BB yang harganya Rp 8,5 ribu, kentang AB yang harganya Rp 11 ribu. ‘’Yang paling murah kentang jenis TO yaitu Rp 4 ribu,’’ pungkasnya. (ton/als)