Berita Daerah Bola Dunia Bola Indonesia Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle MotoGP Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

98 Persen Sekolah Sudah Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Ali Sodiqin • 2022-11-10 00:34:15
Ilustrasi. (Radar Bojonegoro)
Ilustrasi. (Radar Bojonegoro)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah diterapkan sejak tahun 2021. Inti dari Kurikulum Merdeka Belajar yaitu memberikan porsi dan cara belajar sesuai dengan potensi siswa, baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA.

Karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka Belajar yakni pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Kurikulum juga berfokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi bagi siswa.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian mengatakan, sesuai dengan anjuran kementerian, IKM dibagi menjadi tiga tahap. Yaitu, Kurikulum Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka Berubah, dan Kurikulum Merdeka Berbagi.

Implementasi Merdeka Belajar yang dimaksud adalah ketika sekolah yang bersangkutan masih menggunakan kurikulum lama, tetapi model pembelajarannya sudah mengarah kepada IKM. Kurikulum Merdeka Berubah, yaitu sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013, tetapi dapat memasukkan sebagian unsur Kurikulum Merdeka.

Sedangkan pada tahap Kurikulum Merdeka Berbagi, imbuh Alfian, sekolah tersebut sudah dapat menyusun bahan ajar sendiri dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. ”Untuk wilayah Banyuwangi SMP swasta yang telah masuk ke tahap berbagi yakni SMP Lazuardi Tursina. Mereka sudah mampu masuk ke tahap penerapan Kurikulum Merdeka itu sendiri,” ujarnya.

Alfian mengungkapkan, saat ini setiap sekolah sedang dalam proses perubahan menuju Kurikulum Merdeka Belajar. Pihaknya selalu memantau keadaan di lapangan dengan harapan tahun depan sekolah di Banyuwangi bisa masuk ke tahap Kurikulum Merdeka Berubah atau Berbagi. ”Beberapa sekolah memang cukup terlambat untuk mengikuti implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dari sekolah swasta. Saat ini, mungkin sudah hampir 98 persen sekolah sudah mulai menjalankan IKM,” tuturnya.

Alfian menambahkan, Kurikulum Merdeka berkaitan erat dengan perubahan mindset guru. Ketika guru tidak menyadari terhadap perubahan tersebut, secara otomatis apa yang dia lakukan termasuk dalam pembelajaran kurikulum yang lama. ”Dalam Kurikulum Merdeka bukan hal untuk mengutamakan nilai dari pelajaran tertentu. Tapi poin utamanya guru dianjurkan untuk lebih memunculkan bakat dari siswa tersebut,” bebernya.

Alfian berharap, para guru lebih aktif dalam menyikapi Kurikulum Merdeka tersebut. Guru harus lebih peka dalam menerima perubahan proses pembelajaran. ”Karena kami sendiri paham bahwa satu-satunya sumber belajar dan pembelajaran bukan hanya guru. Hal tersebut yang harus dipahami,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan #merdeka belajar #banyuwangi