Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

'Duta Persahabatan' Vidi Aldiano Menginspirasi, Ini Cara Tumbuhkan Empati pada Anak

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 11 Maret 2026 | 13:25 WIB

Mengenang Vidi Aldiano.
Mengenang Vidi Aldiano.

RADARBANYUWANGI.ID - Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan kenangan tentang sosok yang jauh lebih dari sekadar musisi berbakat.

Ia dikenal sebagai pribadi yang hangat, empatik, dan peduli, hingga dijuluki "Duta Persahabatan" oleh orang-orang di sekitarnya.

Momen ini mendorong banyak orang untuk bertanya, bagaimana sebuah karakter seistimewa itu bisa tumbuh dalam diri seseorang?

Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan bahwa karakter hangat tidak muncul secara instan, melainkan berakar dari fondasi emosional yang dibangun sejak dini.

"Karakter anak yang hangat dan peduli biasanya tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional," kata Vera, dikutip dari Antara.

Menurutnya, anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empati terhadap orang lain. Proses ini dimulai dari keluarga yang responsif terhadap perasaan anak.

"Anak yang terbiasa diperlakukan secara empatik juga akan belajar menerapkan empati pada orang lain. Orang tua perlu mau mendengarkan dan memahami apa yang dirasakan anak," jelasnya.

Vera menekankan pentingnya pengisian "tangki kasih sayang" anak secara konsisten melalui perhatian yang tulus, waktu berkualitas bersama, sentuhan hangat, dan kata-kata yang penuh penerimaan.

Ketika tangki ini terpenuhi, anak akan tumbuh dengan rasa aman emosional yang menjadi landasan kepercayaan diri dan kepedulian terhadap sesama.

"Anak yang demikian akan cenderung lebih percaya diri, berpikir positif terhadap orang lain, dan lebih mampu menunjukkan empati serta kepedulian," tambah Vera.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga yang harmonis bukan satu-satunya penentu. Figur dewasa lain yang konsisten memberikan rasa aman dan penerimaan juga bisa menjadi fondasi kuat bagi perkembangan karakter anak.

"Kehadiran figur tersebut dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan empati, kehangatan, dan kepedulian pada orang lain," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#psikolog ui #vidi aldiano