RADAR BANYUWANGI – Digital Mission Race (Digi MR) Pramuka Jenjang SD/MI 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) mendapat sambutan antusias dari sekolah dan madrasah. Hingga Jumat sore (16/10), sebanyak 29 regu telah terdaftar untuk mengikuti ajang bertema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi” tersebut. Menariknya, dua tim dari Brindo International School Banyuwangi turut mendaftar dengan melibatkan siswa berkebutuhan khusus, menegaskan semangat inklusivitas dalam kegiatan kepramukaan berbasis digital ini.
Antusiasme peserta terlihat dari kedatangan sejumlah guru pendamping dan siswa Brindo International School Banyuwangi ke kantor JP-RaBa di Gedung Grha Pena, Jalan Brawijaya Nomor 77, Banyuwangi. Mereka datang langsung untuk mendaftarkan dua regu pramuka jenjang sekolah dasar (SD), termasuk regu yang melibatkan dua siswa berkebutuhan khusus.
Kehadiran para siswa tersebut menunjukkan bahwa Digi MR Pramuka SD/MI 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi peserta dengan kebutuhan yang beragam. Semangat kebersamaan, kerja tim, dan kesempatan belajar menjadi bagian penting dari kegiatan yang menggabungkan nilai kepramukaan dengan tantangan era digital tersebut.
29 Regu dari Berbagai Sekolah dan Madrasah Telah Mendaftar
Pendaftaran Digi MR Pramuka SD/MI 2026 berlangsung melalui dua jalur, yakni daring (online) dan luring (offline). Selain Brindo International School Banyuwangi, sejumlah sekolah dasar dan madrasah di Banyuwangi juga telah mendaftarkan regu terbaik mereka.
Berdasarkan data pendaftaran hingga Jumat sore (16/10), MI Syamsul Huda dan SDN 1 Blambangan masing-masing mengirimkan dua regu. Sementara itu, sekolah-sekolah lainnya tercatat mendaftarkan masing-masing satu regu.
Daftar sekolah yang telah mendaftarkan peserta antara lain SDN 1 Gendoh, SDN 1 Karangharjo, SDN 1 Singotrunan, SDN 4 Karangrejo, SDN 4 Penganjuran, SD Al Irsyad Banyuwangi, SDN 3 Karangrejo, dan SDN Sobo.
Peserta lainnya berasal dari SDN 8 Sumberberas, SDN 3 Panderejo, SDN 2 Singojuruh, SDN 1 Jambewangi, SDN 1 Lateng, SD Al Khairiyah, SDN 2 Karangrejo, SDN 4 Bajulmati, SDN 3 Wonosobo, SDN 3 Sidorejo, SDN 4 Wringinpitu, SDN 3 Tegaldlimo, dan SDN 1 Sukonatar.
Keterlibatan sekolah dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan jangkauan partisipasi Digi MR Pramuka SD/MI 2026. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya ditantang untuk bekerja sama dalam regu, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dispendik Banyuwangi Dorong Kegiatan Edukatif Berkelanjutan
Dukungan terhadap kegiatan Digi MR sebelumnya disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian. Saat menghadiri Digi MR jenjang SMP/MTs di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada Agustus lalu, Alfian menilai kegiatan semacam ini penting untuk terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Saya minta kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kegiatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Model kegiatan berbasis misi seperti Digi MR dapat menjadi sarana untuk melatih kolaborasi, pemecahan masalah, dan tanggung jawab peserta.
Pramuka Dituntut Adaptif terhadap Teknologi Digital
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi sekaligus Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono juga menyoroti pentingnya inovasi dalam kegiatan kepramukaan. Menurut dia, nilai-nilai dasar Pramuka harus tetap menjadi pijakan, tetapi generasi muda juga perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Kita ingin menerapkan kepada generasi muda bahwa Pramuka harus mampu menjadi pelopor perubahan yang tetap berpegang pada nilai kepramukaan, namun harus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Melalui Digi MR Pramuka SD/MI 2026, JP-RaBa menghadirkan ruang belajar yang memadukan pendidikan karakter, keterampilan, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Tema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi” menjadi landasan kegiatan yang mendorong peserta untuk belajar bekerja sama sekaligus membangun kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
Antusiasme puluhan regu yang telah mendaftar, termasuk partisipasi siswa berkebutuhan khusus, memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara lebih adaptif dan inklusif. Harapannya, pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada perlombaan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. (sgt)