RADAR BANYUWANGI – Ajang Digital Mission Race (Digi MR) Pramuka 2026 jenjang SD/MI se-Banyuwangi siap mengajak pelajar belajar sambil menjelajah pusat kota. Digelar Minggu, 25 Oktober 2026, kegiatan yang diinisiasi Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) ini memadukan kecakapan kepramukaan, literasi digital, wawasan budaya dan pariwisata, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Hingga Kamis sore (15/10), sebanyak 16 regu telah mendaftar untuk mengikuti tantangan tersebut.
Setelah sukses menggelar Digi MR Pramuka tingkat SMP/MTs pada Agustus lalu, JP-RaBa kembali menghadirkan kegiatan serupa bagi peserta didik tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Ajang ini menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan berdampak melalui pengalaman belajar yang menantang, kolaboratif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan pembelajaran di ruang kelas, Digi MR mengajak setiap regu menyelesaikan sejumlah misi di sepanjang rute penjelajahan. Peserta tidak hanya dituntut memahami materi kepramukaan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital serta mengenali potensi daerahnya.
Jelajahi Pusat Kota Banyuwangi, Start dari Stadion Diponegoro
Digi MR Pramuka SD/MI 2026 dijadwalkan berlangsung di pusat Kota Banyuwangi pada Minggu (25/10). Titik keberangkatan peserta berada di halaman depan Stadion Diponegoro.
Dari lokasi tersebut, para peserta akan menyusuri rute yang melewati kawasan permukiman warga dan arena Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani. Penjelajahan kemudian berakhir di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Sepanjang perjalanan, setiap regu harus menuntaskan tantangan yang menguji pengetahuan, keterampilan, ketelitian, dan kekompakan tim. Materi misi mencakup pemanfaatan teknologi digital, kecakapan kepramukaan, pendidikan, budaya, pariwisata, kuliner, serta pelestarian lingkungan.
Perpaduan materi tersebut membuat Digi MR tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarpelajar. Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan sekitar sekaligus belajar menerapkan pengetahuan secara langsung.
Antusiasme Sekolah Meningkat, 16 Regu Sudah Mendaftar
Sambutan dari sekolah dan madrasah terhadap Digi MR Pramuka SD/MI 2026 menunjukkan antusiasme yang menggembirakan. Hingga sore Kamis (15/10), tercatat 16 regu telah mendaftar untuk berpartisipasi.
Peserta yang terdaftar berasal dari berbagai wilayah di Banyuwangi, tidak hanya sekolah dan madrasah yang berada di pusat kota. Keterlibatan sekolah lintas kecamatan tersebut menunjukkan jangkauan kegiatan yang semakin luas.
MI Syamsul Huda, Kecamatan Kalipuro, dan SDN 1 Blambangan masing-masing mengirimkan dua regu untuk mengikuti kompetisi.
Sejumlah sekolah lain juga telah mendaftarkan regunya, yakni SDN 1 Gendoh, SDN 1 Karangharjo, SDN 1 Singotrunan, SDN 4 Karangrejo, SDN 4 Penganjuran, SD Al Irsyad Banyuwangi, SDN 3 Karangrejo, dan SDN Sobo.
Partisipasi juga datang dari SDN 8 Sumberberas, SDN 3 Panderejo, SDN 2 Singojuruh, serta SDN 1 Jambewangi.
Keikutsertaan sekolah dari sejumlah kecamatan menambah warna kompetisi. Setiap regu berkesempatan menunjukkan kemampuan bekerja sama, memecahkan persoalan, dan menyelesaikan misi di tengah lingkungan kota.
Dispendik Banyuwangi Dorong Pembelajaran Lebih Menarik
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian sebelumnya menilai kegiatan seperti Digi MR perlu terus digelar karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Alfian ketika menghadiri Digi MR Pramuka tingkat SMP/MTs di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada Agustus lalu.
“Saya minta kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya.
Dukungan tersebut sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan teori di kelas. Melalui kegiatan berbasis tantangan, siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan dalam situasi nyata.
Digi MR juga memberi ruang bagi pelajar untuk mengenal potensi daerah, mulai dari budaya dan pariwisata hingga kuliner serta lingkungan hidup.
Mujiono: Pramuka Harus Adaptif terhadap Teknologi Digital
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi sekaligus Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menilai Digi MR dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan paradigma baru dalam kegiatan kepramukaan.
Menurutnya, nilai-nilai dasar Pramuka tetap harus menjadi pijakan. Namun, generasi muda juga perlu mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi digital.
“Kita ingin menerapkan kepada generasi muda bahwa Pramuka harus mampu menjadi pelopor perubahan yang tetap berpegang pada nilai kepramukaan, namun harus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan pembentukan karakter tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat dipadukan melalui kegiatan yang mendorong peserta untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, disiplin, dan bertanggung jawab.
Melalui Digi MR Pramuka SD/MI 2026, JP-RaBa menghadirkan ruang belajar di luar kelas yang menghubungkan kecakapan digital dengan nilai kepramukaan dan pengenalan potensi lokal.
Pada akhirnya, Digi MR bukan hanya tentang regu yang paling cepat menuntaskan misi, melainkan juga tentang bagaimana pelajar belajar bekerja sama, memanfaatkan teknologi secara positif, dan mengenal lingkungan serta budaya Banyuwangi sejak dini. (*)