RADAR BANYUWANGI – Ajang Digital Mission Race (Digi MR) Pramuka jenjang SD/MI 2026 mulai menarik peserta dari berbagai penjuru Banyuwangi. Hingga Selasa sore (13/10), enam sekolah telah mendaftarkan regunya, dengan wilayah barat sementara mengirimkan peserta terbanyak. Mengusung tema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”, ajang ini memadukan keterampilan kepramukaan, petualangan, budaya, lingkungan, jurnalistik, hingga teknologi digital dalam satu rangkaian penjelajahan.
Sebaran peserta menunjukkan antusiasme sekolah dari wilayah tengah, utara, selatan, hingga barat Bumi Blambangan. Kecamatan Banyuwangi diwakili SDN 1 Singotrunan, sedangkan Kecamatan Kabat mengirimkan regu dari SDN 1 Kabat.
Dari wilayah utara, MI Syamsul Huda menjadi wakil Kecamatan Kalipuro. Sementara itu, SDN 1 Blambangan mewakili Kecamatan Muncar dari wilayah selatan Banyuwangi.
Wilayah barat untuk sementara menjadi penyumbang regu terbanyak, yakni dua sekolah. Keduanya adalah SDN 1 Gendoh dari Kecamatan Sempu dan SDN 1 Karangharjo dari Kecamatan Glenmore.
Dengan enam sekolah yang telah mendaftar, kompetisi ini membuka ruang bagi para siswa untuk mengasah kemampuan, bekerja sama dalam regu, sekaligus mengenal potensi daerah melalui pengalaman langsung.
Jelajah Banyuwangi, dari Stadion Diponegoro hingga Kantor Pemkab
Digi MR Pramuka SD/MI bukan sekadar lomba ketangkasan. Para peserta akan menghadapi beragam misi yang memadukan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan dengan unsur pendidikan, pariwisata, kebudayaan, pelestarian lingkungan, jurnalistik, serta pemanfaatan teknologi digital.
Konsep tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Peserta dituntut untuk aktif menjelajah, menyelesaikan misi, dan berkolaborasi bersama anggota regunya.
Penjelajahan akan dimulai dari halaman depan Stadion Diponegoro Banyuwangi. Peserta kemudian menyusuri rute di kawasan permukiman warga dan arena Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, sebelum mencapai garis finis di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi.
Rute tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta untuk mengenal lingkungan perkotaan sekaligus berinteraksi dengan ruang publik. Melalui perpaduan misi dan penjelajahan, Digi MR diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dispendik Banyuwangi Dorong Pembelajaran di Luar Kelas
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Digi MR. Menurutnya, model kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa.
“Saya minta kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya saat menghadiri Digi MR jenjang SMP/MTs di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada Agustus lalu.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui pengalaman langsung. Selain pengetahuan, kegiatan berbasis tantangan juga dapat menjadi ruang untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Dalam konteks kepramukaan, pengalaman tersebut selaras dengan pembentukan karakter, kemandirian, serta tanggung jawab yang menjadi bagian penting dalam pendidikan siswa.
Pramuka Harus Adaptif terhadap Teknologi Digital
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi yang juga Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menilai, Digi MR dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan.
Menurutnya, nilai-nilai dasar Pramuka harus tetap menjadi landasan. Namun, generasi muda juga perlu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin menerapkan kepada generasi muda bahwa Pramuka harus mampu menjadi pelopor perubahan yang tetap berpegang pada nilai kepramukaan, namun harus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Perpaduan antara kegiatan lapangan dan teknologi digital dalam Digi MR menjadi salah satu cara untuk mendekatkan kepramukaan dengan kebutuhan generasi muda. Siswa tidak hanya diajak memahami nilai kedisiplinan dan kebersamaan, tetapi juga mengenali bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan penyelesaian misi.
Dengan enam sekolah yang telah mendaftar hingga 13 Oktober, Digi MR Pramuka SD/MI 2026 mulai memperlihatkan keterlibatan peserta dari sejumlah wilayah Banyuwangi. Melalui tema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”, ajang ini membawa pesan bahwa kepramukaan dapat menjadi ruang belajar yang menggabungkan karakter, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kecakapan digital. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin