Benarkah Menyimpan Telur di Kulkas Memicu Bakteri? Ini Fakta dan Cara yang Aman

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi menyimpan telur dalam karton di lemari pendingin. Suhu yang stabil membantu menjaga kualitas telur dan mengurangi risiko pertumbuhan bakteri. (Tanya Barrow/Unsplash)
Ilustrasi menyimpan telur dalam karton di lemari pendingin. Suhu yang stabil membantu menjaga kualitas telur dan mengurangi risiko pertumbuhan bakteri. (Tanya Barrow/Unsplash)

RADAR BANYUWANGI - Menyimpan telur di kulkas sudah menjadi kebiasaan banyak keluarga. Bahkan, sebagian orang menempatkannya di rak khusus pada pintu kulkas agar mudah diambil. Namun, benarkah kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko kontaminasi bakteri?

Faktanya, suhu dingin kulkas justru membantu memperlambat pertumbuhan bakteri. Risiko kontaminasi lebih berkaitan dengan kebersihan telur, perubahan suhu, serta kontak dengan makanan lain.

Karena itu, tempat dan cara penyimpanan telur perlu mendapat perhatian. Apalagi, telur mentah berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Baca Juga: Tak Perlu Beli Telur, Begini Cara Memancing Lalat BSF untuk Ternak Maggot di Rumah

Kulkas Bukan Penyebab Kontaminasi Bakteri

Bakteri Salmonella dapat ditemukan pada permukaan cangkang maupun bagian dalam telur. Kontaminasi bisa terjadi sebelum telur dikeluarkan oleh ayam atau setelah proses bertelur.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), telur sebaiknya segera disimpan dalam kulkas bersuhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah.

Anjuran serupa disampaikan Kementerian Pertanian RI melalui Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH).

"Masyarakat disarankan untuk menyimpan telur di lemari pendingin pada suhu di bawah 4°C," tulis BPMSPH dalam publikasi pada 30 Maret 2026.

Penyimpanan dingin membantu menjaga kualitas telur sekaligus menghambat perkembangbiakan bakteri. Namun, pendinginan tidak otomatis membunuh bakteri yang sudah ada.

Baca Juga: Telur Dadar Rp 12 Ribu Jadi Primadona Sego Tempong Mbok Nah, Begini Rahasianya

Penelitian Ungkap Pengaruh Suhu terhadap Kualitas Telur

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Poultry Science pada 2018 membandingkan kualitas telur dengan berbagai metode penyimpanan.

Penelitian tersebut melibatkan telur yang disimpan pada suhu 4 derajat Celsius dan 22 derajat Celsius selama periode pengamatan hingga 15 pekan.

Hasilnya, telur pada suhu ruang mengalami penurunan kualitas lebih cepat. Sementara itu, kelompok telur yang disimpan dalam kulkas mampu mempertahankan kualitas lebih baik selama pengamatan.

Temuan tersebut menunjukkan manfaat pendinginan dalam mempertahankan mutu telur. Namun, penelitian itu tidak dapat diartikan bahwa semua telur aman dikonsumsi selama 15 pekan.

FDA menyarankan telur dalam karton aslinya digunakan dalam waktu tiga pekan untuk memperoleh kualitas terbaik.

Baca Juga: Resep Tempe Telur Santan ala Anak Kos, Gurih dan Mudah Dibuat

Mengapa Telur Sebaiknya Tidak Disimpan di Pintu Kulkas?

Rak pintu kulkas memang terlihat praktis. Sayangnya, bagian ini lebih sering mengalami perubahan suhu ketika pintu dibuka dan ditutup.

Dokter spesialis gizi klinik Cindiawaty Pudjiadi menjelaskan bahwa suhu yang berubah-ubah dapat memengaruhi kualitas telur.

"Suhu tidak stabil bikin telur cepat rusak," ujarnya, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 2 Mei 2020.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menganjurkan telur disimpan dalam karton pada rak bagian dalam kulkas, bukan di pintu.

Sementara itu, Food Standards Agency (FSA) Inggris dalam panduan Agustus 2026 mengingatkan bahwa perubahan suhu ekstrem dapat menimbulkan kondensasi atau embun pada cangkang.

Kondisi tersebut berpotensi mempermudah perpindahan bakteri dari permukaan cangkang ke bagian dalam telur.

Baca Juga: Drama Hujan Sepang Antar Verstappen Pecah Telur di F1 2026

Waspadai Kontaminasi Silang

Selain suhu, kebersihan menjadi faktor penting dalam penyimpanan telur.

Cangkang yang terkontaminasi dapat memindahkan bakteri ke tangan, peralatan dapur, maupun bahan makanan lain.

Risiko ini meningkat apabila telur mentah bersentuhan dengan makanan siap santap atau cairannya mengenai permukaan yang tidak dibersihkan.

Karena itu, simpan telur dalam karton asli atau wadah bersih yang memisahkannya dari bahan makanan lain.

Hindari pula menggunakan telur dengan cangkang retak karena bakteri lebih mudah masuk melalui bagian yang rusak.

Baca Juga: Resep Nugget Telur Orak-Arik Saus Tiram, Praktis untuk Bekal

Cara Aman Menyimpan Telur di Rumah

Ada beberapa langkah sederhana untuk menjaga telur tetap aman dan berkualitas.

Pertama, pilih telur dengan cangkang bersih dan utuh. Segera simpan dalam kulkas bersuhu maksimal 4 derajat Celsius setelah dibeli.

Kedua, letakkan telur di rak bagian dalam kulkas menggunakan karton aslinya. Hindari rak pintu yang suhunya lebih mudah berubah.

Ketiga, jangan mencuci telur sebelum disimpan. Pencucian yang tidak tepat berisiko merusak lapisan pelindung alami cangkang dan mempermudah masuknya bakteri.

Keempat, cuci tangan menggunakan sabun setelah memegang telur mentah. Bersihkan pula peralatan dan permukaan dapur yang terkena telur.

Kelima, jangan membiarkan telur yang sudah didinginkan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam. Masak telur hingga bagian putih dan kuningnya matang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
menyimpan telur di kulkas cara menyimpan telur bakteri Salmonella kontaminasi silang keamanan pangan