Garam Bisa Membuat Es Lebih Dingin? Begini Cara Kerja Mesin Es Puter

Daafi Adilla Achmad • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB
Pedagang menyiapkan es krim kelapa di Pontianak, Kalimantan Barat. Olahan es berbahan kelapa menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia. (Daneswara Eka/Pexels)
Pedagang menyiapkan es krim kelapa di Pontianak, Kalimantan Barat. Olahan es berbahan kelapa menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia. (Daneswara Eka/Pexels)

RADAR BANYUWANGI — Es puter bisa membeku tanpa bantuan lemari pembeku. Padahal, adonan santan dan gula hanya dimasukkan ke dalam tabung logam yang diputar di tengah pecahan es batu. Rahasianya ternyata ada pada garam.

Bahan dapur tersebut mampu membuat campuran es dan air mencapai suhu di bawah 0 derajat Celsius. Proses itulah yang memungkinkan adonan es puter perlahan mengental hingga membeku.

Namun, bagaimana garam bisa membuat campuran es menjadi lebih dingin? Jawabannya berkaitan dengan fenomena penurunan titik beku dan perpindahan kalor.

Baca Juga: RS Al Huda Gambiran dan BPBD Banyuwangi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Mengapa Es Batu yang Dicampur Garam Bisa Lebih Dingin?

Air murni umumnya membeku pada suhu 0 derajat Celsius dalam tekanan atmosfer normal. Namun, ketika garam ditambahkan ke dalam air, titik bekunya akan turun.

Fenomena tersebut dikenal sebagai freezing point depression atau penurunan titik beku, salah satu contoh sifat koligatif larutan.

Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) terurai menjadi ion natrium dan klorida saat larut dalam air. Keberadaan partikel zat terlarut mengubah keseimbangan antara fase cair dan padat sehingga air memerlukan suhu lebih rendah untuk membeku.

Menurut Science Buddies, organisasi pendidikan sains asal Amerika Serikat, campuran es batu dan garam dapat mencapai suhu lebih rendah dibandingkan campuran es batu dan air tanpa garam.

Departemen Kimia University of Washington bahkan menjelaskan bahwa larutan garam berkonsentrasi sekitar 23 persen memiliki titik beku mendekati minus 21 derajat Celsius.

Namun, angka tersebut bukan berarti setiap mesin es puter mampu mencapai suhu serendah itu. Suhu aktual bergantung pada komposisi garam, jumlah es, dan kondisi lingkungan.

Baca Juga: Atletico Madrid vs Manchester United: Statistik Prediksi Skor dan Peluang Menang

Bagaimana Mesin Es Puter Membekukan Adonan?

Mesin es puter tradisional umumnya menggunakan dua wadah. Tabung bagian dalam menampung adonan santan, gula, dan bahan perasa. Sementara itu, ruang di sekelilingnya diisi pecahan es batu dan garam.

Ketika garam larut dalam air dari es yang mencair, titik beku larutan turun. Es kemudian dapat terus mencair pada suhu di bawah 0 derajat Celsius sambil menyerap kalor.

Karena adonan es puter lebih hangat daripada campuran pendingin, kalor dari adonan berpindah melalui dinding tabung logam menuju campuran es dan garam.

Akibatnya, suhu adonan terus menurun. Sebagian air di dalamnya mulai membentuk kristal es hingga adonan menjadi lebih padat.

Artinya, garam tidak secara langsung menghasilkan dingin. Garam membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan campuran es menyerap kalor pada suhu lebih rendah.

Baca Juga: Latihan Gandrung Sewu Mencekam, 25 Penari Perempuan Kesurupan di Stadion Diponegoro Banyuwangi

Mengapa Es Puter Harus Terus Diputar?

Selain suhu rendah, putaran tabung menentukan tekstur es puter.

Panduan pendidikan 4-H Cooking 401 dari University of Illinois menjelaskan pentingnya ukuran kristal es dalam proses pembekuan.

“Kunci tekstur lembut dan berkrim terletak pada ukuran kristal es yang terbentuk saat adonan diputar,” demikian penjelasan dalam panduan tersebut.

Kristal es berukuran besar membuat tekstur terasa kasar. Sebaliknya, kristal yang lebih kecil menghasilkan tekstur lebih halus.

Putaran tabung dan pengadukan membantu pemerataan pendinginan, mengurangi pembentukan kristal es berukuran besar, sekaligus memasukkan udara ke dalam adonan.

Komposisi bahan juga berpengaruh. Gula membantu menurunkan titik beku adonan, sedangkan lemak dalam santan memberikan rasa gurih dan memengaruhi teksturnya.

Baca Juga: Ramen Prasmanan, Pembeli Bebas Pilih Topping Favorit Sesuai Selera

Pernah Dipraktikkan Siswa di Banyuwangi

Prinsip ilmiah tersebut pernah dipraktikkan siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi, pada Kamis, 5 September 2024.

Dalam kegiatan pembelajaran kimia itu, siswa memanfaatkan baskom, kaleng biskuit, es batu, garam kasar, serta bahan pembuat es puter.

Guru kimia Dian Lestari menjelaskan bahwa percobaan tersebut bertujuan menunjukkan penerapan penurunan titik beku larutan.

“Anak-anak merasa semangat ketika praktik membuat es puter,” ujarnya sebagaimana dikutip PWMU.CO dalam laporan 6 September 2024.

Dalam percobaan tersebut, adonan di dalam kaleng mulai mengkristal setelah diputar sekitar 20 menit. Pemutaran dilanjutkan hingga adonan semakin padat.

Cara tradisional itu juga masih dipertahankan sejumlah pedagang. Sugeng, penjual es puter keliling di Surabaya sejak 1990, menjelaskan asal penyebutan jajanan tersebut.

“Sebutannya es puter, karena membuatnya sambil diputar,” katanya kepada detikJatim dalam pemberitaan 9 Januari 2026.

Meski proses pembuatannya tidak harus menggunakan freezer, es puter tetap memerlukan penyimpanan dingin jika tidak segera dikonsumsi.

Dari jajanan sederhana tersebut, masyarakat dapat mengenal penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari. Es mencair sambil menyerap kalor, garam menurunkan titik beku, dan putaran membantu membentuk tekstur yang lebih halus.

Editor : Lugas Rumpakaadi
es puter mesin es puter fungsi garam pada es batu penurunan titik beku sains es puter