RADAR BANYUWANGI – Persaingan Digital Mission Race (Digi MR) Pramuka Jenjang SD/MI 2026 mulai memanas, bahkan sebelum perlombaan digelar. Hingga Minggu (11/10), satu regu dari SDN 1 Gendoh dan satu regu dari MI Syamsul Huda telah mendaftar, membuat perolehan peserta sementara kedua jenjang sama kuat. Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober mendatang ini akan mengajak peserta menjelajahi Banyuwangi sembari menguji keterampilan Pramuka, wawasan budaya, kepedulian lingkungan, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
Pendaftaran yang baru dibuka langsung mendapat respons dari sekolah dan madrasah. Sejumlah lembaga pendidikan juga telah menghubungi panitia untuk menggali informasi lebih lanjut dan menyatakan kesiapan mengirimkan regu.
Antusiasme tersebut menjadi sinyal awal bahwa Digi MR Pramuka SD/MI berpeluang menjadi ruang belajar di luar kelas yang menarik bagi pelajar. Peserta tidak hanya ditantang menyelesaikan misi, tetapi juga belajar bekerja sama, mengenali lingkungan sekitar, serta memahami potensi daerahnya.
SDN 1 Gendoh dan MI Syamsul Huda Buka Persaingan
Untuk sementara, SD dan MI masih berbagi posisi dengan jumlah pendaftar yang sama. SDN 1 Gendoh menjadi wakil sekolah dasar yang lebih dulu tercatat, sedangkan MI Syamsul Huda mewakili madrasah ibtidaiyah.
Namun, persaingan masih terbuka lebar. Panitia masih menerima pendaftaran dan sejumlah sekolah maupun madrasah telah menunjukkan ketertarikan untuk ambil bagian.
Digi MR Pramuka 2026 mengusung tema “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi”. Tema tersebut mencerminkan konsep kegiatan yang memadukan petualangan dengan pembelajaran lintas bidang.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan bersentuhan dengan keterampilan dan pengetahuan kepramukaan, pendidikan, budaya, pariwisata, lingkungan, jurnalistik, serta teknologi digital. Beragam unsur tersebut dikemas dalam misi yang harus dituntaskan selama penjelajahan.
Jelajahi Banyuwangi dari Stadion Diponegoro hingga Kantor Pemkab
Rangkaian penjelajahan Digi MR Pramuka SD/MI 2026 akan dimulai dari halaman depan Stadion Diponegoro Banyuwangi. Dari titik awal tersebut, peserta menyusuri rute kawasan permukiman warga dan area Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani.
Perjalanan dijadwalkan berakhir di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Rute ini membawa peserta melewati ruang-ruang aktivitas masyarakat sekaligus mengenalkan lingkungan perkotaan melalui pengalaman langsung.
Sepanjang kegiatan, peserta akan menghadapi misi yang menuntut pengetahuan, ketangkasan, kreativitas, dan kerja sama regu. Perpaduan kepramukaan dengan unsur budaya, lingkungan, jurnalistik, dan teknologi diharapkan membuat proses belajar terasa lebih kontekstual.
Bagi peserta usia sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, kegiatan semacam ini juga membuka kesempatan untuk mengasah keberanian, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah bersama anggota regu.
Dinas Pendidikan Dukung Pembelajaran di Luar Kelas
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Digi MR saat menghadiri pelaksanaan untuk jenjang SMP/MTs di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) pada Agustus lalu.
Menurut Alfian, kegiatan berbasis pengalaman langsung seperti Digi MR penting untuk terus diselenggarakan karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa.
“Saya minta kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujarnya.
Dukungan tersebut sejalan dengan konsep Digi MR yang menjadikan lingkungan sekitar sebagai ruang belajar. Melalui penjelajahan dan penyelesaian misi, siswa dapat menerapkan pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan sosial di luar rutinitas pembelajaran di kelas.
Dengan jadwal pelaksanaan pada 25 Oktober, sekolah dan madrasah yang berminat masih memiliki kesempatan mempersiapkan regu untuk mengikuti Digi MR Pramuka SD/MI 2026. Persaingan sementara memang masih imbang, tetapi jumlah peserta masih berpotensi bertambah menjelang hari pelaksanaan.(*)
Editor : Ali Sodiqin