Sekardadu Banyuwangi Ajak 60 Siswa SD SDN Olehsari Rawat Irigasi, Belajar Sambil Bermain

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Para siswa SDN Olehsari membersihkan sampah di aliran sungai desa setempat dalam kegiatan Sekardadu, Jumat (9/10). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Para siswa SDN Olehsari membersihkan sampah di aliran sungai desa setempat dalam kegiatan Sekardadu, Jumat (9/10). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Menjaga saluran irigasi bukan hanya tanggung jawab petugas pengairan dan petani. Generasi muda juga perlu dilibatkan sejak dini agar tumbuh kesadaran merawat lingkungan dan menjaga keberlanjutan air pertanian. Melalui program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu), Pemkab Banyuwangi mengajak sekitar 60 siswa SDN Olehsari belajar sekaligus praktik menjaga kebersihan saluran irigasi di Dam Rai, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Jumat (9/10).

Kegiatan yang digagas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan tersebut melibatkan petugas pengairan, pemerintah desa, petani, serta para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan edukasi tentang fungsi irigasi, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam perawatan lingkungan, termasuk membersihkan sampah di sekitar saluran air.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah. Sebab, kebersihan dan kondisi jaringan irigasi turut menentukan kelancaran distribusi air yang dibutuhkan sektor pertanian.

Sekardadu, Belajar Lingkungan Tak Cukup di Kelas

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Kabat Heri Sujarwo mengatakan, Sekardadu merupakan salah satu inovasi Dinas PU Pengairan untuk menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak. Edukasi dilakukan melalui pengalaman langsung agar siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian jaringan irigasi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana dengan melibatkan sekolah dan masyarakat. Harapannya, anak-anak mendapatkan edukasi sejak dini agar terbiasa menjaga kebersihan saluran air dan memahami pentingnya fungsi irigasi,” katanya.

Menurut Heri, kegiatan Sekardadu tidak semata-mata berorientasi pada kebersihan lingkungan. Program tersebut juga berkaitan dengan upaya perawatan jaringan irigasi agar tetap berfungsi optimal.

Perawatan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai membersihkan saluran, mengecat bagian yang diperlukan, hingga menggelontorkan sedimen sesuai kondisi jaringan.

Langkah tersebut penting karena saluran irigasi menjadi infrastruktur vital untuk menunjang kebutuhan air pertanian. Jika jaringan terawat dengan baik, distribusi air diharapkan tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Momentum Perawatan, Cek Kebocoran hingga Kerusakan

Heri menjelaskan, kegiatan penggelontoran saluran biasanya dilaksanakan sekitar Oktober. Momentum itu sekaligus dapat dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi jaringan irigasi, termasuk mendeteksi kebocoran atau kerusakan yang membutuhkan penanganan.

“Biasanya ada kegiatan penggelontoran saluran yang dilaksanakan sekitar Oktober. Momentum itu juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi jaringan, termasuk jika ada kebocoran atau kerusakan yang perlu ditangani,” ungkapnya.

Karena itu, kepedulian terhadap irigasi perlu dibangun secara bersama-sama. Petugas pengairan menjalankan perawatan teknis, sementara masyarakat dan petani dapat berperan dengan menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah ke saluran air.

Heri berharap, edukasi melalui Sekardadu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebiasaan menjaga kebersihan diharapkan terus diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.

“Tentu kami berharap anak-anak bisa menerapkan prinsip kebersihan lingkungan sejak dini di kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lainnya,” harapnya.

Petani dan Pemerintah Desa Didorong Ikut Menjaga Irigasi

Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis menyambut positif pelaksanaan Sekardadu. Menurut dia, keterlibatan masyarakat, terutama petani dan generasi muda, menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena saluran irigasi merupakan kebutuhan bersama. Kalau saluran bersih dan berfungsi dengan baik, manfaatnya juga kembali kepada masyarakat, khususnya para petani,” katanya.

Joko berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran petani untuk ikut merawat fasilitas irigasi yang dibangun pemerintah maupun desa. Infrastruktur pertanian, kata dia, membutuhkan kepedulian bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Peran masyarakat dinilai penting karena keberadaan jaringan irigasi tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan teknis, tetapi juga dengan kebiasaan sehari-hari dalam menjaga lingkungan sekitar.

Sekitar 60 Siswa Belajar Peduli Lingkungan Lewat Praktik

Kepala SDN Olehsari Helmi Frida Kurniawati menilai, program Sekardadu memberikan pengalaman positif bagi pembentukan karakter siswa, terutama dalam membiasakan perilaku hidup bersih.

Menurut Frida, sekolah sebenarnya telah menerapkan pembiasaan menjaga kebersihan. Namun, melalui Sekardadu, nilai-nilai tersebut diperkuat dengan praktik langsung di lapangan. Sekitar 60 siswa SDN Olehsari mengikuti kegiatan tersebut.

Pihak sekolah berharap, kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan ketika siswa berada di sekolah. Mereka juga diharapkan menerapkannya di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kami berharap pembiasaan ini terus dilakukan anak-anak di mana pun berada, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan begitu, kepedulian terhadap kebersihan bisa menjadi karakter mereka,” sebutnya.

Pengalaman langsung tersebut membuat siswa dapat melihat bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar materi pelajaran. Tindakan sederhana, seperti memungut sampah dan menjaga saluran air tetap bersih, merupakan bentuk kepedulian yang bisa dilakukan setiap hari.

Salah satu siswa kelas V SDN Olehsari, Setyo Rakuna Setya, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, membantu membersihkan sampah sudah biasa dilakukan, baik di rumah maupun di sekolah.

“Di rumah saya juga sering membantu orang tua membersihkan sampah. Di sekolah juga begitu. Kegiatan merawat saluran air ini menyenangkan, sambil bermain juga,” ungkapnya.

Melalui Sekardadu, Pemkab Banyuwangi mendorong pendidikan lingkungan berjalan beriringan dengan perawatan infrastruktur pengairan. Harapannya, kebiasaan menjaga kebersihan tumbuh sejak bangku sekolah dan berlanjut menjadi kepedulian masyarakat dalam menjaga saluran irigasi yang menopang pertanian. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
edukasi lingkungan Sekardadu Banyuwangi Perawatan irigasi SDN Olehsari Irigasi pertanian