RADAR BANYUWANGI – Kekompakan menjadi kunci Tim PMR Madya Matsaba (A) MTsN 1 Banyuwangi merebut juara pertama Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR Tingkat Madya, Minggu (27/9). Menariknya, tim tersebut hanya menjalani latihan khusus selama dua hari sebelum harus menuntaskan lima misi yang tersebar di area Kantor Pemkab Banyuwangi.
Sebanyak 58 regu ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Setiap regu beranggotakan enam siswa yang dituntut mampu bekerja sama menyelesaikan tantangan di lima pos dengan karakter berbeda.
Bukan sekadar adu pengetahuan. Peserta harus membagi tugas, bergerak cepat, memahami petunjuk, sekaligus saling membantu agar seluruh misi dapat diselesaikan dengan tepat.
Lima tantangan yang disiapkan panitia meliputi misi digital berbasis QR Code, kreativitas, pembuatan tandu darurat, simulasi pertolongan pertama, serta edukasi kesehatan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Dari persaingan tersebut, lima regu akhirnya keluar sebagai yang terbaik. Tim PMR Madya Matsaba (A) MTsN 1 Banyuwangi menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Palmagensa SMPN 1 Genteng, sedangkan tim Matahari MTsN 3 Banyuwangi berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, PMR Spengaba SMPN 3 Banyuwangi meraih harapan pertama. Tim PMR Madya Matsaba (B) MTsN 1 Banyuwangi melengkapi daftar peraih penghargaan dengan menempati harapan kedua.
Latihan Dua Hari, Langsung Juara
Bagi Mutia, salah seorang peserta MTsN 1 Banyuwangi, kemenangan tersebut menjadi kejutan tersendiri. Dia mengaku semula tidak memasang target tinggi karena persiapan khusus menghadapi Digi MR baru dilakukan beberapa hari sebelum perlombaan.
“Sebelumnya enggak nyangka, palingan hanya bisa jadi harapan. Dia ternyata bisa sampai juara satu,” ungkapnya.
Latihan khusus Digi MR baru dimulai Jumat (25/9). Waktu persiapan yang singkat itu harus dibagi dengan agenda sekolah, termasuk persiapan ujian.
Meski begitu, para anggota tim bukan tanpa bekal. Beberapa siswa sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti lomba PMR dengan materi yang berbeda.
Dari lima pos yang harus dituntaskan, pembuatan tandu menjadi salah satu tantangan yang paling menguras tenaga.
“Kesulitannya di Pos 3 yaitu ketika membuat tandu, jadi harus belajar dan tenaga yang dikeluarkan harus ekstra,” katanya.
Tantangan tersebut menunjukkan bahwa Digi MR tidak hanya menguji pemahaman materi kepalangmerahan. Peserta juga harus memiliki kemampuan teknis dan koordinasi tim untuk menyelesaikan misi dalam waktu yang tersedia.
Tim Matahari Latihan Sejak 15 September
Cerita berbeda datang dari Muhammad Ibran Galeno, peserta MTsN 3 Banyuwangi yang membawa tim Matahari meraih juara ketiga.
Siswa kelas VIII itu mengaku hasil tersebut berada di luar perkiraan. Sebab, persaingan melibatkan puluhan regu dengan materi lomba yang cukup beragam.
“Antara nyangka dan enggak nyangka bisa juara karena sebelumnya juga sudah effort latihan sebelum lomba dimulai,” ujarnya.
Berbeda dengan tim juara pertama, persiapan Tim Matahari telah dilakukan sejak 15 September. Latihan digelar rutin setiap hari, bahkan berlangsung dari pagi hingga sore.
“Persiapan sudah mulai tanggal 15 September. Enggak terlalu lama, tapi latihannya rutin setiap hari dari pagi sampai sore,” katanya.
Namun, latihan panjang bukan berarti seluruh misi berjalan mulus.
Ibran menyebut Pos 2 menjadi salah satu tantangan tersulit bagi timnya. Regu Matahari sempat salah memahami petunjuk teknis yang diberikan panitia.
“Tadi paling sulit ada di Pos 2 karena kami salah memahami juknis yang ternyata harus buat video edukasi,” ujarnya.
Kesalahan memahami petunjuk itu menjadi pelajaran penting bagi peserta. Dalam lomba berbasis misi seperti Digi MR, kemampuan membaca dan memahami instruksi menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tim.
Palmagensa Matangkan Persiapan Sebulan
Sementara itu, Guru Pembina PMI SMPN 1 Genteng Suminarto mengatakan, persiapan tim Palmagensa dilakukan sekitar satu bulan.
Latihan disesuaikan dengan materi yang akan dihadapi di lima pos. Selain latihan internal, pihak sekolah juga berkonsultasi dengan PMI Banyuwangi untuk memastikan kemampuan peserta sesuai dengan materi yang diperlombakan.
“Persiapan udah sebulan yang sesuai juknis Digi MR. Kita tiap hari latihan yang dilombakan sesuai dengan lima pos yang diperlombakan serta kita juga sering konsultasi dengan PMI,” ujar Suminarto.
Persiapan tersebut akhirnya membawa Palmagensa SMPN 1 Genteng menempati posisi kedua dalam Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya.
Dua Tim Matsaba Sama-Sama Bawa Pulang Gelar
Keberhasilan MTsN 1 Banyuwangi tidak berhenti pada satu tim. Dua regu yang dikirim sekolah tersebut sama-sama berhasil membawa pulang penghargaan.
Tim Matsaba (A) menjadi juara pertama, sedangkan Matsaba (B) meraih harapan kedua.
Guru pendamping PMR MTsN 1 Banyuwangi Indah Riza Kurnia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, komposisi kedua tim merupakan perpaduan antara siswa yang sudah memiliki pengalaman mengikuti lomba PMR dan siswa baru.
“Alhamdulillah ada dua tim dari sekolah saya yang bisa juara, jadi enggak nyangka bisa juara semua,” katanya.
Menurut Indah, sejumlah siswa yang sebelumnya telah mengikuti lomba PMR dikombinasikan dengan siswa baru. Komposisi tersebut kemudian menjadi modal bagi kedua tim untuk menghadapi lima misi Digi MR.
“Ada beberapa murid yang sebelumnya mengikuti lomba PMR serta kami kombinasikan dengan siswa baru yang jumlahnya lebih banyak. Alhamdulillah bisa juara 1 dan harapan dua di Digi MR ini,” imbuhnya.
Dia kembali menegaskan bahwa capaian tersebut berada di luar perkiraan. Sebab, latihan khusus menghadapi Digi MR baru dimulai Jumat (25/9), berbarengan dengan persiapan ujian siswa.
“Kita di luar perkiraan karena latihannya baru mulai Jumat (25/9) lalu yang barengan dengan persiapan ujian,” katanya.
Indah berharap kompetisi serupa kembali digelar. Menurutnya, kegiatan seperti Digi MR memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak cukup diperoleh hanya melalui latihan rutin di sekolah.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi karena anak-anak perlu diasah, tidak hanya sekadar latihan dan perlu adanya wadah untuk menambah ilmu,” pungkasnya. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin