RADAR BANYUWANGI – Bukan hanya pengetahuan kepalangmerahan dan keterampilan pertolongan pertama yang diuji dalam Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR Tingkat Madya, Minggu pagi (27/9). Sejak sebelum lomba dimulai, kedisiplinan peserta sudah menjadi bagian dari tantangan. Terlambat registrasi bahkan bisa berujung diskualifikasi.
Ketua Panitia Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya, Bagus Rio Rohman, mengatakan perlombaan dijadwalkan dimulai tepat pukul 07.00. Namun, peserta harus sudah menyelesaikan registrasi lebih awal, yakni mulai pukul 06.00 hingga 06.45.
Setelah registrasi ditutup, seluruh peserta mengikuti apel pada pukul 06.45 hingga 07.00. Karena itu, setiap regu diminta memperhatikan betul jadwal yang telah ditetapkan panitia.
“Jadi, peserta wajib registrasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” ujar Rio.
Aturan tersebut bukan sekadar formalitas. Panitia telah membagi keberangkatan peserta menuju pos perlombaan dalam 12 gelombang. Setiap gelombang terdiri atas lima regu.
Konsekuensinya, peserta yang terlambat registrasi harus siap menerima sanksi. Misalnya, peserta baru melakukan registrasi setelah pukul 07.15, sementara mendapat nomor urut 1 sampai 5, regu tersebut dapat didiskualifikasi.
Sebab, lima regu dengan nomor peserta 1 sampai 5 sudah lebih dahulu diberangkatkan sesuai jadwal.
“Karena regu nomor peserta 1 sampai 5 sudah diberangkatkan,” tegas Rio.
Lima Pos, Lima Misi
Setelah melewati tahap awal yang menuntut kedisiplinan, setiap regu akan menghadapi lima pos dengan misi berbeda.
Tantangan pertama berada di Pos 1 dengan materi Digital Mission Race. Berikutnya, peserta dihadapkan pada Creative Challenge di Pos 2.
Kemampuan dan kreativitas peserta kembali diuji di Pos 3 melalui tantangan Cipta Tandu. Sementara Pos 4 menjadi arena untuk menguji keterampilan peserta dalam Pertolongan Pertama.
Tidak berhenti sampai di sana. Di Pos 5, peserta akan mendapatkan materi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Rangkaian tantangan tersebut membuat Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya tidak sekadar menjadi kompetisi pengetahuan kepalangmerahan. Setiap regu juga dituntut mampu bekerja sama, menjaga kedisiplinan, mengambil keputusan, serta menerapkan keterampilan pertolongan pertama dalam berbagai tantangan.
Dengan format perlombaan berbasis pos dan keberangkatan bergelombang, ketepatan waktu menjadi bagian penting sejak awal hingga seluruh misi dituntaskan. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin