Siswa SMPN 2 Banyuwangi Bongkar Rahasia Air Bersih Sebelum Sampai ke Rumah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 06:21 WIB
Para siswa SMPN 2 Banyuwangi saat mengecek kualitas air di tempat penampungan air Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Air yang berasal dari Sumber Gedor itu kemudian dialirkan ke rumah-rumah pelanggan PUDAM Banyuwangi. (Bayu Saputra/Radar Banyuwangi)
Para siswa SMPN 2 Banyuwangi saat mengecek kualitas air di tempat penampungan air Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Air yang berasal dari Sumber Gedor itu kemudian dialirkan ke rumah-rumah pelanggan PUDAM Banyuwangi. (Bayu Saputra/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Air yang setiap hari mengalir dari keran rumah ternyata melewati proses panjang sebelum dinyatakan layak didistribusikan. Hal itu dipelajari langsung puluhan siswa SMPN 2 Banyuwangi saat mengikuti Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi) di Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (23/9).

Tak hanya melihat dari mana air berasal, para siswa juga diajak mengikuti perjalanan air hingga ke tempat penampungan milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi di Kelurahan/Kecamatan Kalipuro.

Di tempat tersebut, mereka dikenalkan pada tahapan pengolahan air sebelum dialirkan kepada masyarakat Kota Banyuwangi dan sekitarnya.

Yang membuat kegiatan itu berbeda dari pembelajaran di ruang kelas, siswa mendapat kesempatan melakukan eksperimen sederhana untuk mengecek kualitas air.

Mereka melihat langsung bagaimana air yang bersumber dari lingkungan sekitar harus melalui proses pengolahan dan pemeriksaan sebelum akhirnya dinyatakan siap disalurkan kepada pelanggan.

Melihat Perjalanan Air dari Dekat

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Sumber Gedor. Di lokasi tersebut, siswa dikenalkan dengan sumber air yang menjadi bagian dari sistem penyediaan air bagi masyarakat.

Dari sumber air, rombongan kemudian bergerak menuju tempat penampungan PUDAM Banyuwangi.

Perjalanan tersebut memberi gambaran kepada siswa bahwa air yang keluar dari keran rumah bukan sekadar air yang langsung dialirkan dari sumber. Ada tahapan pengelolaan yang harus dilalui untuk memastikan kualitas air sebelum sampai ke pelanggan.

Di lokasi penampungan, pemateri dari PUDAM Banyuwangi, Untung, menjelaskan proses pengolahan air kepada para siswa.

Salah satu teknologi yang dikenalkan adalah Regal Gas Chlorinators yang digunakan sebagai bagian dari proses pengolahan air sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Penjelasan tersebut kemudian dilengkapi dengan eksperimen sederhana. Para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak melihat proses pengecekan kualitas air secara langsung.

Belajar Menjaga Air dari Hal Sederhana

Pembelajaran lapangan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih tidak terlepas dari kondisi lingkungan dan perilaku manusia.

Sumber air yang harus dijaga akan menentukan keberlanjutan pemanfaatannya. Karena itu, pengenalan tentang pengelolaan air sejak usia sekolah diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan.

Salah satu guru SMPN 2 Banyuwangi Ahmad Qoyum berharap pengalaman tersebut dapat mendorong siswa lebih peduli terhadap sumber air dan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Menurut dia, pemahaman tersebut bisa diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan air secara hemat dan tidak membuang sesuatu yang dapat mencemari lingkungan.

“Harapannya anak-anak bisa menjaga sumber maupun air yang ada di sekitar rumah mereka masing-masing seperti menghemat air serta tidak mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Dengan melihat langsung perjalanan air dari sumber hingga tempat pengolahan, para siswa mendapat pelajaran bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan yang tersedia ketika keran dibuka, melainkan sumber daya yang harus dijaga dan dikelola bersama. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
air bersih Banyuwangi Sumber Gedor PUDAM Banyuwangi smpn 2 banyuwangi wisata edukasi