RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 348 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat madya dari SMP dan MTs se-Banyuwangi bakal menguji pengetahuan, keterampilan pertolongan pertama, kreativitas, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi dalam ajang Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR, Minggu (27/9). Sebanyak 58 regu akan menyelesaikan lima misi secara berantai di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi mulai pukul 07.00.
Bukan sekadar adu cepat mencapai garis akhir. Digi MR dirancang sebagai perlombaan yang memadukan tantangan digital dan praktik lapangan. Setiap regu dituntut mampu berpikir cepat, bekerja sama, sekaligus menunjukkan keterampilan dasar kepalangmerahan ketika menghadapi simulasi pertolongan.
Konsep hibrida menjadi salah satu pembeda dalam lomba tersebut. Teknologi digital digunakan dalam sejumlah misi, sementara keterampilan peserta tetap diuji secara langsung di lapangan.
Di Pos 1, misalnya, ketua regu harus memindai kode QR untuk memperoleh soal. Jawaban atau bukti penyelesaian misi kemudian dikirim melalui tautan yang telah disiapkan panitia.
Namun, tantangan tidak berhenti di layar ponsel. Peserta juga harus menunjukkan kemampuan secara langsung melalui misi Cipta Tandu dan Pertolongan Pertama.
Lima Pos, Lima Misi
Ketua Panitia Digi MR UKS/PMR Bagus Rio Rohman mengatakan, seluruh regu wajib mendatangi dan menyelesaikan misi di lima pos yang telah disiapkan.
Masing-masing pos memiliki tantangan berbeda. Pos 1 menghadirkan Digital Mission Race, sedangkan Pos 2 diisi Creative Challenge. Berikutnya, Pos 3 menjadi arena Cipta Tandu.
Sementara itu, tantangan Pertolongan Pertama menjadi salah satu ujian keterampilan peserta. Dalam misi tersebut, kemampuan anggota PMR dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana menjadi bagian yang diuji.
Selain kemampuan teknis, kreativitas peserta juga mendapat ruang. Setiap regu harus membuat video yel-yel bertema “Siap, Sigap, Cepat, dan Tanggap” dengan durasi maksimal 60 detik.
Format tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut menguasai materi kepalangmerahan. Mereka juga harus mampu berkomunikasi, berkreasi, bekerja sama dalam regu, serta memanfaatkan perangkat digital sesuai kebutuhan misi.
Registrasi Jadi Penentu
Rio menegaskan, ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam mekanisme perlombaan. Seluruh peserta wajib melakukan registrasi sebelum perlombaan dimulai.
Registrasi dibuka pukul 06.00 hingga 06.45. Peserta yang terlambat melakukan registrasi harus bersiap menerima konsekuensi terhadap nomor keberangkatan yang telah ditentukan.
Rio memberikan contoh, jika peserta melakukan registrasi setelah pukul 07.15 dan mendapatkan nomor urut 1 sampai 5, regu tersebut dapat didiskualifikasi.
“Karena regu nomor peserta 1 sampai 5 sudah diberangkatkan,” ujar Rio.
Untuk menunjang pelaksanaan misi digital, setiap regu hanya diperbolehkan membawa satu smartphone yang memiliki koneksi internet. Perangkat tersebut digunakan untuk memindai kode QR dan mengirimkan jawaban sesuai instruksi panitia.
Berangkat dalam 12 Gelombang
Ratusan peserta tidak akan diberangkatkan secara bersamaan. Panitia membagi keberangkatan menjadi 12 gelombang.
Setiap gelombang terdiri atas lima regu. Sistem tersebut diterapkan agar pergerakan peserta menuju lima pos dapat berlangsung secara teratur sekaligus menjaga alur perlombaan tetap terkendali.
Genderang Digi MR pun bakal ditabuh tepat pukul 07.00. Sejak saat itu, 58 regu akan berpacu menyelesaikan setiap misi dengan satu modal utama: siap, sigap, cepat, dan tanggap. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin