230 Ribu Pendaftar OMI 2026, Jawa Timur Jadi Penyumbang Terbesar

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:32 WIB
OMI 2026 diikuti 230.123 pelajar dari 34 provinsi. Menariknya, 13.271 peserta berasal dari sekolah umum jenjang SD hingga SMA. (kemenag.go.id)
OMI 2026 diikuti 230.123 pelajar dari 34 provinsi. Menariknya, 13.271 peserta berasal dari sekolah umum jenjang SD hingga SMA. (kemenag.go.id)

RADAR BANYUWANGI – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tak lagi sekadar panggung kompetisi siswa madrasah. Sebanyak 230.123 peserta mendaftar dari 34 provinsi dan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan. Yang menarik, 13.271 peserta berasal dari sekolah umum, mulai jenjang SD hingga SMA. Angka itu memperlihatkan kompetisi pendidikan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) mulai menjangkau peserta lebih luas.

Dari total pendaftar tersebut, 229.593 peserta atau 99,8 persen dinyatakan lolos verifikasi. Mereka akan mengikuti rangkaian kompetisi yang digelar bertahap, mulai tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan tingginya partisipasi menunjukkan kompetisi akademik yang diselenggarakan Kemenag semakin mendapat perhatian dari pelajar.

“OMI bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun budaya berprestasi, sportivitas, dan kepercayaan diri anak-anak Indonesia,” ujar Suyitno di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Bukan Sekadar Mengejar Medali

Besarnya jumlah peserta membawa tantangan baru. Bagi Kemenag, keberhasilan OMI 2026 tidak cukup diukur dari banyaknya pendaftar maupun jumlah medali yang diperebutkan.

Suyitno menegaskan kualitas penyelenggaraan menjadi pekerjaan berikutnya. Peserta, kata dia, perlu mendapatkan pengalaman kompetisi yang bermakna, bukan sekadar mengejar peringkat.

“Anak-anak yang ikut OMI harus mendapatkan pengalaman yang bermakna, bukan hanya mengejar medali atau peringkat,” tegasnya.

Dalam kerangka tersebut, kompetisi pendidikan diposisikan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Prestasi akademik diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan potensi, sportivitas, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi.

“Kita ingin melahirkan anak-anak yang cerdas, berkarakter, sportif, sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Itulah makna penting dari kompetisi pendidikan,” ungkap Suyitno.

Jawa Timur Teratas, Daerah Luar Jawa Ikut Menyala

Sebaran peserta OMI 2026 menunjukkan dominasi wilayah Jawa masih terlihat. Jawa Timur menjadi provinsi dengan partisipasi terbesar, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Namun, peta peserta tidak berhenti di Pulau Jawa.

Sejumlah provinsi di luar Jawa juga mencatat partisipasi besar. Di antaranya Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Riau, Aceh, Lampung, Banten, dan Sumatera Barat.

Persebaran tersebut menjadi salah satu gambaran penting OMI 2026. Kompetisi akademik tidak hanya menarik siswa dari pusat-pusat pendidikan di kota besar, tetapi juga menjangkau peserta dari berbagai daerah.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khadijah mengatakan persebaran peserta menunjukkan OMI semakin menjadi wadah kompetisi bagi pelajar dari berbagai wilayah Indonesia.

“Angka partisipasi ini menunjukkan bahwa semangat berkompetisi dan berprestasi tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Dari berbagai provinsi, anak-anak kita menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” kata Nyayu.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi modal untuk membangun talenta madrasah yang lebih kuat dan merata.

OMI juga diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa dengan beragam potensi akademik. Dengan demikian, kompetisi tidak semata-mata menjadi arena mencari siswa dengan nilai tertinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak peserta untuk mengembangkan kemampuan.

Dari Kabupaten hingga Panggung Nasional

Perjalanan OMI 2026 tidak berlangsung dalam satu tahap. Kompetisi digelar secara bertahap dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Tahap kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung pada 7–8 September 2026. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan kompetisi tingkat provinsi pada 5–6 Oktober 2026.

Dari tahapan tersebut, peserta terbaik akan melaju ke tingkat nasional pada 10–11 November 2026. Rangkaian OMI 2026 ditutup dengan pengumuman pemenang pada 12 November 2026.

Dengan lebih dari 229 ribu peserta yang lolos verifikasi, OMI 2026 kini menghadapi tantangan yang lebih besar: menjaga kompetisi tetap berkualitas ketika skalanya terus melebar.

Sebab, di balik angka 230 ribu pendaftar, ada tujuan yang lebih panjang dari sekadar mencari juara. OMI ingin menjadikan kompetisi sebagai ruang bagi pelajar Indonesia untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, belajar sportif, dan berani berprestasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Kemenag.go.id
OMI 2026 Olimpiade Madrasah Kompetisi pendidikan kemenag siswa sekolah