RADAR BANYUWANGI – Selama ini air mungkin hanya dikenal siswa sebagai sesuatu yang mengalir begitu saja dari keran. Namun, 33 siswa SMPN 2 Banyuwangi diajak menelusuri dari mana air itu berasal. Melalui program Wis Esa Sek Adi, siswa kelas 8 dan 9 mengunjungi Sumber Gedor di Desa Gombengsari serta penampungan air di Kelurahan Kalipuro, Rabu (23/9). Mereka bahkan berkesempatan meminum langsung air dari sumbernya.
Kegiatan tersebut menjadi pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan siswa dengan sumber air secara langsung. Tak sekadar melihat aliran air, para siswa juga dikenalkan dengan lingkungan tempat sumber tersebut berada, termasuk bangunan peninggalan Belanda yang menaungi Sumber Gedor.
Bagi sebagian siswa, pengalaman itu menjadi cara baru untuk memahami sesuatu yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi jarang mereka pikirkan: dari mana air yang keluar dari keran rumah berasal.
Melihat Air dari Titik Awal
Guru SMPN 2 Banyuwangi Ahmad Qoyum Baihaqi mengatakan, 33 siswa mengikuti kegiatan Wis Esa Sek Adi. Program tersebut sengaja dikemas sebagai aktivitas pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung di alam.
Menurut Qoyum, kegiatan semacam itu juga menjadi alternatif bagi siswa untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
“Harapannya ini merupakan kegiatan yang baru yang menjadikan anak-anak lebih suka belajar di alam ketimbang bermain gadget seharian,” ujar guru PAI tersebut.
Kunjungan ke Sumber Gedor juga membuat siswa dapat melihat secara langsung sumber air yang selama ini hanya mereka kenal melalui air yang mengalir dari keran.
Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman wisata atau pembelajaran sesaat. Para siswa juga didorong memahami pentingnya menjaga sumber air agar tetap tersedia dan tidak tercemar.
“Serta para siswa jadi tahu bahwa air yang selama ini mereka berasal dari sumber yang baik,” ujar Qoyum yang juga Pembina OSIS SMPN 2 Banyuwangi tersebut.
Dari Sumber Air ke Kebiasaan Sehari-hari
Qoyum berharap pengalaman melihat sumber air secara langsung dapat menumbuhkan kebiasaan baru di lingkungan rumah masing-masing.
Siswa, kata dia, dapat memulainya dari hal sederhana, seperti menggunakan air secukupnya dan menjaga lingkungan agar tidak menjadi sumber pencemaran.
“Harapannya anak-anak bisa menjaga sumber maupun air yang ada di sekitar rumah mereka masing-masing seperti menghemat air serta tidak mencemari lingkungan,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan Wis Esa Sek Adi. Sebab, ketika siswa mengetahui titik asal air, mereka tidak hanya belajar tentang sumber daya alam, tetapi juga memahami bahwa ketersediaan air berkaitan erat dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Penasaran Terjawab, Air Langsung dari Sumber
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mendekati sumber air. Sejumlah siswa bahkan mengambil dan meminum air langsung dari Sumber Gedor.
Pengalaman tersebut menjadi momen yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Siswa dapat melihat, menyentuh, dan merasakan langsung air yang selama ini mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu siswa SMPN 2 Banyuwangi, Firdaus Aji Mahardika, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Kunjungan itu sekaligus menjawab rasa penasaran yang selama ini tersimpan.
“Senang karena rasa penasaran sudah dipenuhi karena sudah melihat air langsung dari sumbernya,” tutupnya.
Dari keran menuju sumbernya, perjalanan 33 siswa tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa air yang digunakan setiap hari tidak muncul begitu saja. Ada sumber yang perlu dijaga, lingkungan yang harus dilindungi, dan kebiasaan hemat air yang bisa dimulai sejak bangku sekolah. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin