RADAR BANYUWANGI — Sebanyak 313 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan satu pesan utama: masa pengenalan kampus telah selesai, tetapi perjalanan sebagai mahasiswa justru baru dimulai.
Pesan itu mengemuka dalam malam puncak inagurasi PKKMB Untag Banyuwangi yang digelar di Gedung Aula Untag Banyuwangi, Sabtu malam (19/9). Selama rangkaian kegiatan, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan, karakter, kemampuan akademik dan nonakademik, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Mengusung tema “Untag Muda Berdampak: Membangun Generasi Unggul, Inovatif, Berbudaya, dan Berjiwa Kebangsaan”, PKKMB diarahkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus menemukan ruang pengembangan diri selama kuliah.
Rektor: PKKMB Selesai, Perjalanan Baru Dimulai
Rektor Untag Banyuwangi Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja menegaskan, malam inagurasi bukan garis akhir bagi mahasiswa baru.
Sebaliknya, penutupan PKKMB menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang mereka sebagai bagian dari keluarga besar Untag Banyuwangi.
“Ini adalah penutupan dari PKKMB, tapi perjalanan kalian dimulai pada hari ini. Jadi selama empat tahun ke depan kalian akan bersama Untag Banyuwangi untuk sama-sama berproses menjadi pribadi yang dewasa,” ujar Yovita.
Pesan tersebut menjadi benang merah malam puncak. Mahasiswa baru tidak didorong hanya mengejar rutinitas kuliah dan nilai akademik.
Yovita meminta mereka berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba berbagai pengalaman, bergabung dalam organisasi, menghasilkan karya, hingga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Selama berproses jangan hanya berkuliah, tetapi berani mencoba, berani ikut organisasi, berani berkarya serta yang paling utama bisa berdampak bagi orang lain,” katanya.
Ia kemudian menitipkan satu rangkaian pesan yang sekaligus menjadi arah perjalanan mahasiswa selama berada di Kampus Merah Putih.
“Bagi Untag Muda, selama menjadi bagian dari Kampus Merah Putih, belajarlah, bertumbuhlah, berkaryalah dan paling utama berdampaklah,” tegas Yovita.
Lima Hari Mengenal Kampus dan Kehidupan Mahasiswa
Rangkaian PKKMB Untag Banyuwangi berlangsung sejak Selasa (15/9) dan berakhir pada Sabtu (19/9) melalui malam puncak inagurasi.
Dalam rangkaian tersebut, mahasiswa baru mendapatkan materi yang berkaitan dengan kehidupan akademik, pengembangan karakter, wawasan kebangsaan, kemampuan nonakademik, hingga kepedulian terhadap persoalan sosial.
Ketua Panitia PKKMB Untag Banyuwangi Anggi Yuprita Amanda Puteri mengatakan, seluruh materi tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.
“PKKMB ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam mempersiapkan mahasiswa baru untuk memasuki kehidupan perguruan tinggi, mengenal lingkungan akademik, memahami nilai-nilai kebangsaan serta menumbuhkan karakter mahasiswa yang unggul, inovatif, berbudaya dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurut Anggi, konsep tersebut diterjemahkan melalui berbagai materi yang diberikan selama pelaksanaan PKKMB.
“Hal ini tergambar dari berbagai materi yang kita hadirkan mulai dari 16 hingga 19 September selama acara berlangsung,” katanya.
Peserta Bertambah, 313 Mahasiswa Teregistrasi
Ada dinamika menarik dalam data peserta PKKMB Untag Banyuwangi tahun ini.
Saat pembukaan, panitia menyebut terdapat 303 mahasiswa baru. Dalam proses berikutnya, pendaftaran mahasiswa baru masih berlangsung sehingga secara keseluruhan seharusnya terdapat 326 mahasiswa yang mengikuti PKKMB.
Namun, berdasarkan rekapitulasi Tim Kesekretariatan hingga hari terakhir, mahasiswa yang tercatat mengikuti dan teregistrasi dalam administrasi PKKMB berjumlah 313 orang.
“Peserta PKKMB 2026 hingga hari terakhir tahun ini berdasar rekapitulasi dari Tim Kesekretariatan sejumlah 313. Pada saat pembukaan PKKMB data peserta PKKMB yang kami sebutkan adalah 303 dan selama sepekan ini BLPMB menerima pendaftaran mahasiswa baru sehingga seharusnya yang mengikuti PKKMB sebanyak 326. Namun yang teregistrasi pada kesekretariatan PKKMB sejumlah 313,” jelas Anggi.
Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran penerimaan mahasiswa baru Untag Banyuwangi pada tahun akademik 2026.
Dari 115 Sekolah, Lima Dapat Apresiasi
Malam puncak PKKMB tidak hanya menjadi panggung bagi mahasiswa baru. Untag Banyuwangi juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang berkontribusi dalam penerimaan mahasiswa baru.
Anggi menyebut terdapat 115 sekolah asal calon mahasiswa baru Untag Banyuwangi yang tersebar di berbagai wilayah.
Dari jumlah tersebut, lima sekolah dengan jumlah mahasiswa yang diterima melalui proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) terbanyak diundang dalam malam puncak.
Kelima sekolah itu adalah MAN 1 Banyuwangi, SMKN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri, dan SMKN 1 Glagah.
“Ada 115 asal sekolah calon mahasiswa baru Untag Banyuwangi dari berbagai wilayah. Dari 115 sekolah tersebut malam ini kami mengundang lima sekolah pembawa mahasiswa terbanyak dalam PMB tahun ini yaitu MAN 1 Banyuwangi, SMKN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri, dan SMKN 1 Glagah,” ujar Anggi.
Bagi Untag Banyuwangi, apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai pintu masuk pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Inagurasi Ditutup Musik dan Penampilan Mahasiswa
Setelah rangkaian kegiatan yang sarat materi dan pengenalan kehidupan kampus, suasana malam puncak berubah lebih cair.
UKM Perform Untag Banyuwangi tampil menghibur mahasiswa baru. Sejumlah penyanyi turut memeriahkan acara, di antaranya Ajeng Pantura, Vista Vani, Salma, Arin Amalina, dan Wandra.
Panggung hiburan tersebut menjadi penutup rangkaian PKKMB sekaligus ruang bagi mahasiswa baru untuk merayakan langkah pertama mereka sebagai bagian dari sivitas akademika Untag Banyuwangi.
Anggi berharap hubungan yang terbangun antara Untag Banyuwangi dan sekolah asal mahasiswa baru tidak berhenti pada proses penerimaan mahasiswa.
“Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin ini dapat terus kita perkuat, sehingga Untag Banyuwangi semakin tumbuh menjadi perguruan tinggi yang inklusif, terbuka, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meraih masa depan melalui pendidikan tinggi sehingga siapa saja bisa kuliah di Untag Banyuwangi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, PKKMB 2026 bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Bagi 313 mahasiswa yang tercatat mengikuti rangkaian kegiatan, malam inagurasi menjadi pintu masuk menuju fase yang jauh lebih panjang: belajar, bertumbuh, berkarya, dan membawa dampak selama menjalani kehidupan kampus di Untag Banyuwangi. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin