RADAR BANYUWANGI – Menjaga lingkungan di SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo, Banyuwangi, tidak lagi sekadar agenda bersih-bersih. Setiap tanggal 17, seluruh warga sekolah bergerak melalui program 17 SEHAT, BERSIH DAN INDAH yang dirancang untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan sekaligus menjadi pijakan menuju Sekolah Adiwiyata.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Siswa, guru, dan karyawan tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar memilah sampah, merawat ruang hijau, mengolah limbah organik hingga menghemat energi.
Kepala SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo Sutimin mengatakan, pemilihan tanggal 17 memiliki makna tersendiri. Selain berkaitan dengan identitas sekolah, tanggal tersebut menjadi pengingat semangat kebangsaan yang ingin ditanamkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini bukan hanya kegiatan bersih-bersih. Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara konsisten. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari karakter dan tanggung jawab mereka,” ujar Sutimin.
Siswa Dibagi Berdasarkan Zona
Pelaksanaan program dibuat terstruktur. Siswa dibagi berdasarkan zona sehingga setiap jenjang memiliki tanggung jawab terhadap area tertentu di lingkungan sekolah.
Siswa kelas X mendapat tugas menangani area hijau dan taman depan. Mereka merawat tanaman, menjaga area resapan, sekaligus mengolah limbah organik menjadi kompos.
Sementara itu, kelas XI bertanggung jawab terhadap selasar, ruang teori, kantin, hingga bank sampah. Salah satu fokusnya adalah memilah sampah plastik dan kertas agar dapat dikelola dengan lebih baik.
Adapun siswa kelas XII menangani area bengkel praktik, laboratorium, toilet, dan drainase. Pembagian tersebut membuat kegiatan lingkungan tidak terpusat pada satu titik, melainkan mencakup berbagai fasilitas sekolah.
Guru dan karyawan juga dilibatkan. Mereka menjadi teladan melalui kebiasaan menghemat energi, mengurangi penggunaan kertas, sekaligus mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Disiapkan Berkelanjutan hingga 2026/2027
Bagi SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo, gerakan 17 SEHAT, BERSIH DAN INDAH bukan program yang berhenti setelah kegiatan bulanan selesai. Sekolah menyiapkan agenda berkelanjutan hingga tahun ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari persiapan menuju Sekolah Adiwiyata.
Sutimin menegaskan, pembentukan budaya lingkungan membutuhkan konsistensi. Karena itu, kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan air dan energi, serta perawatan fasilitas sekolah diarahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Ketua Perpenas Yunita Iliana mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia, pendidikan lingkungan akan lebih efektif ketika siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik di sekolah.
Program lingkungan, lanjutnya, idealnya menjadi bagian dari karakter sekolah. Dengan begitu, kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak dipandang sebagai kegiatan tambahan, melainkan menjadi bagian dari keseharian seluruh warga sekolah.
Melalui gerakan yang konsisten setiap tanggal 17, SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo berupaya menjadikan kepedulian lingkungan sebagai kebiasaan yang tumbuh dari aktivitas nyata. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin