RADAR BANYUWANGI – Antusiasme pelajar SMP/MTs di Banyuwangi menyambut Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR Tingkat Madya 2026 terus menanjak. Hingga Rabu (16/9) sekitar pukul 16.00, 15 regu telah memastikan diri ambil bagian dalam ajang yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Lomba dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9) dengan lima pos tantangan yang memadukan kepalangmerahan, pertolongan pertama, teknologi, hingga kreativitas.
SMPN 1 Banyuwangi menjadi sekolah pertama yang mengirimkan regu peserta. Sementara itu, SMPN 1 Songgon untuk sementara menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak setelah mendaftarkan dua regu.
Sejumlah sekolah lainnya juga telah mengamankan slot peserta. Di antaranya SMPN 2 Srono, SMPN 2 Glagah, SMPN 2 Rogojampi, dan SMPN 1 Glagah yang masing-masing mendaftarkan satu regu.
Dalam sehari terakhir, pendaftaran juga diramaikan delapan regu tambahan. Masing-masing berasal dari SMPN 2 Bangorejo, SMPN 1 Muncar, SMPN 1 Srono, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 1 Blimbingsari, SMPN 2 Siliragung, SMPN 3 Banyuwangi, dan MTsN 6 Banyuwangi.
Total, sudah 15 regu yang tercatat sebagai peserta Digi MR UKS/PMR Tingkat Madya 2026.
Adu Strategi di Empat Tantangan
Digi MR UKS/PMR bukan sekadar adu cepat. Setiap regu harus melewati rangkaian tantangan yang menguji kemampuan berpikir, keterampilan teknis, kekompakan, hingga kreativitas.
Lomba ini terbuka bagi regu PMR dari jenjang SMP dan MTs se-Banyuwangi. Setiap regu beranggotakan enam pelajar.
Tantangan pertama berada di Pos I, bertajuk “Digital Mission Race”. Peserta harus menyelesaikan misi berbasis QR code.
Misi tersebut menguji sejumlah kemampuan, mulai pengetahuan kepalangmerahan, pemecahan masalah, mitigasi kegawatdaruratan, pemanfaatan teknologi, hingga kemampuan berpikir kritis.
Dari layar gawai, peserta kemudian berhadapan dengan tantangan yang membutuhkan kerja sama tim.
Berikutnya, peserta menuju Pos II untuk menghadapi tantangan “Cipta Tandu”. Pada sesi ini, kekompakan dan kecepatan menjadi bagian penting penilaian.
Setiap regu dituntut mampu merakit tandu secara tepat dalam waktu yang ditentukan.
Pertolongan Pertama Jadi Ujian Ketepatan
Tantangan berlanjut ke Pos III melalui sesi “Pertolongan Pertama”. Di pos ini, kemampuan teknis peserta benar-benar diuji.
Regu akan menghadapi skenario korban cedera yang diberikan oleh juri. Peserta harus menunjukkan ketepatan sekaligus kecepatan dalam memberikan pertolongan.
Bukan hanya tindakan pertolongan yang dinilai. Prosedur komunikasi dan keselamatan korban juga menjadi bagian dari penilaian.
Setelah melewati tantangan teknis, peserta akan berhadapan dengan Pos IV yang lebih kreatif.
Tantangan “Creative Challenge” memberikan ruang bagi regu untuk menunjukkan ide dan ekspresi mereka melalui video singkat berupa yel-yel PMR dan/atau konten edukasi kesehatan.
Tak Hanya Berlomba
Rangkaian Digi MR UKS/PMR 2026 juga tidak berhenti pada kompetisi. Peserta akan mendapatkan tambahan wawasan kesehatan melalui edukasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Materi edukasi diberikan di Pos V, dengan tema seputar Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Palang Merah Remaja (PMR).
Dengan format tersebut, Digi MR UKS/PMR dirancang menggabungkan kompetisi dan pembelajaran dalam satu rangkaian. Pelajar tidak hanya ditantang menyelesaikan misi, tetapi juga mengasah keterampilan pertolongan pertama, kerja sama, pemanfaatan teknologi, serta kreativitas.
Pendaftaran peserta sendiri masih menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan lomba pada Minggu, 27 September 2026. Seiring bertambahnya regu yang mendaftar, persaingan di setiap pos dipastikan bakal semakin ramai. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin